12 KK Terdampak, BPBD Nunukan Pantau Titik Rawan Antisipasi Banjir Rob Susulan

benuanta.co.id, NUNUKAN – Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Nunukan mencatat 12 unit rumah dengan 12 KK terdampak akibat banjir rob yang melanda melanda wilayah pesisir Kabupaten Nunukan pada Kamis (6/11/2025) lalu.

Kepala BPBD Nunukan, Arief Budiman mengatakan banjir itu terjadi akibat naiknya air laut akibat puncak pasang menyebabkan sejumlah kawasan di Kecamatan Nunukan tergenang air dan mengakibatkan belasan rumah warga terdampak.

“Tiga lokasi yang mengalami genangan cukup signifikan antara lain wilayah Sei Bolong (Nunukan Utara), Gang Delima RT 20 Nunukan Timur (belakang SPBU almarhum H. Bidin), serta Jalan Lumba-Lumba, Nunukan Timur,” beber Arief.

Baca Juga :  Guru di SMPN 1 Nunukan Selatan Mulai Manfaatkan Papan Interaktif Digital untuk Proses Pembelajaran

Berdasarkan hasil pendataan di lapangan, tercatat 12 unit rumah dan 12 kepala keluarga (KK) terdampak akibat banjir rob tersebut.

“Air laut mulai naik sejak pukul 18.45 Wita dan masuk ke rumah-rumah warga di sekitar pesisir. Kami langsung turunkan tim untuk memantau kondisi di lapangan dan membantu warga yang terdampak,” ungkapnya.

Arief mengatakan, Tim gabungan yang terdiri dari 19 personel BPBD dan 12 personel PMI bergerak cepat melakukan sejumlah langkah penanganan, seperti melakukan pemantauan langsung di lokasi, membantu pembersihan sisa air yang masuk ke rumah warga, mengevakuasi barang-barang terdampak, serta memberikan imbauan agar masyarakat tetap waspada terhadap potensi pasang susulan.

Baca Juga :  DPRD Nunukan Desak Gubernur se-Indonesia Timur Duduk Bersama Bahas Deportasi PMI

“Kita berikan himbauan kepada masyarakat untuk menjaga anak-anak agar tidak bermain air di luar rumah selama kondisi pasang tinggi berlangsung. Warga juga diimbau untuk segera menghubungi call center BPBD apabila membutuhkan bantuan cepat atau terjadi kondisi darurat,” jelasnya.

Arief mengatakan jika pihaknya hingga saat ini terus melakukan pemantauan di sejumlah titik rawan untuk mengantisipasi kemungkinan terjadinya pasang kembali pada dini hari.

Baca Juga :  Tugu FKUB Nunukan Simbol Persatuan Wilayah Perbatasan

Banjir rob menjadi salah satu ancaman rutin di wilayah pesisir Nunukan, terutama saat puncak pasang air laut.

“Kita minta masyarakat untuk meningkatkan kewaspadaan terhadap perubahan cuaca dan kondisi air laut, khususnya bagi masyarakat yang bermukim di kawasan pesisir rendah,” jelasnya. (*)

Reporter: Soni Irnada

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *