Kontingen Kaltara Ikuti Jumpa Tokoh di Hari Keempat Peran Saka, Wamenhan Ajak Pramuka Jadi Generasi Tangguh

benuanta.co.id, GORONTALO — Memasuki hari keempat Peran Saka Nasional 2025, Kamis (6/11/2025), Kontingen Kalimantan Utara (Kaltara) kembali mengikuti rangkaian kegiatan yang digelar di Bumi Perkemahan (Buper) Bongohulawa, Provinsi Gorontalo.

Pada sesi Jumpa Tokoh kali ini, peserta mendapat kesempatan bertemu Wakil Menteri Pertahanan RI (Wamenhan), Marsekal Madya TNI (Purn) Donny Ermawan, yang hadir memberi penguatan wawasan kebangsaan dan nilai bela negara bagi generasi muda.

Dalam kesempatantersebut, dirinya mengapresiasi panitia penyelenggara yang telah melibatkan Kementerian Pertahanan dalam kegiatan berskala nasional ini. Ia menjelaskan bahwa seharusnya Menteri Pertahanan hadir, namun karena agenda lain, dirinya ditunjuk untuk mewakili.

“Saya pertama memberikan apresiasi yang setinggi-tingginya kepada panitia yang telah mengundang Kementerian Pertahanan. Sebenarnya Bapak Menteri Pertahanan yang diundang, tapi beliau ada kegiatan sehingga mewakilkan kepada saya,” ujarnya.

Baca Juga :  Interkoneksi Kaltara Kian Kuat, PLN Pastikan Keandalan Listrik Meningkat hingga Wilayah Pesisir dan Perbatasan

Ia juga menyampaikan rasa bangga kepada seluruh peserta yang datang dari 34 provinsi. Ia menyebut kehadiran peserta dari Aceh, Papua, Jambi, Lampung, dan daerah lainnya menunjukkan semangat kebersamaan dan dedikasi dalam menguatkan jiwa nasionalisme.

Bagi dirinya, berkumpulnya ribuan peserta di Buper Bongohulawa bukan hanya sekadar kegiatan kepramukaan, namun upaya nyata untuk “menge-charge” rasa cinta tanah air di tengah generasi penerus bangsa. Wamenhan menegaskan, masa depan Indonesia berada di tangan para pemuda saat ini, termasuk anggota Pramuka yang mengikuti Peran Saka.

“Ke depan, kita-kita ini sudah pensiun. Indonesia Emas 2045 itu ada di tangan adik-adik semua,” katanya.

Baca Juga :  Tembus 68,28 Persen, Kaltara Lampaui Target Nasional Penerbitan Kartu Identitas Anak

Pada kesempatan tersebut, ia mengutip salah satu pesan penting dari pidato Presiden RI pada sidang United Nations General Assembly beberapa waktu lalu: the strong do what they can and the weak suffer what they must.

Menurutnya, kalimat itu mencerminkan kondisi dunia yang tidak selalu berpihak pada negara lemah. Ia memberi contoh situasi kemanusiaan di Gaza, di mana negara kuat dapat berbuat sekehendaknya sementara negara kecil menjadi korban.

Oleh karena itu, ia menegaskan pentingnya Indonesia memiliki pertahanan yang kuat agar tidak diremehkan negara lain. Dirinya juga menyampaikan pesan klasik dunia pertahanan civis pacem para bellum, yang berarti “jika ingin damai, bersiaplah untuk perang”.

“Kita tidak bisa menyerahkan masa depan kepada organisasi internasional. Kalau ingin damai, kita harus siap perang. Kita harus mempersiapkan angkatan perang yang kuat supaya tidak disepelekan,” lanjutnya.

Baca Juga :  Curah Hujan Tinggi, Pemprov Kaltara Tetapkan Status Siaga Bencana Hidrometereologi Basah

Dirinya menilai, kekuatan bangsa tidak hanya berasal dari alat pertahanan, tetapi dari karakter, kepemimpinan, moral, dan rasa persatuan masyarakatnya. Karena itu, ia berharap kegiatan Peran Saka menjadi wadah pembentukan generasi muda yang kuat, berkarakter, dan memiliki semangat bela negara.

Rangkaian Jumpa Tokoh ini menjadi salah satu sesi penting dalam Peran Saka Nasional 2025 di Buper Bongohulawa, Gorontalo. Selain penguatan keterampilan kepramukaan, peserta dibekali wawasan kebangsaan sebagai bekal menjadi pelopor generasi tangguh untuk Indonesia. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *