Komisi I DPRD Tarakan Tinjau Program Pembinaan di Lapas Kelas IIA

benuanta.co.id, TARAKAN – Komisi I DPRD Kota Tarakan melakukan kunjungan kerja ke Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan pada Kamis, 2 Oktober 2025. Kehadiran rombongan dipimpin langsung oleh Ketua Komisi I DPRD Tarakan, Adyansa, dan diterima oleh Kepala Lapas Tarakan, Jupri.

Dalam kunjungan tersebut, rombongan menyebutkan bahwa agenda ini bukan hanya instruksi pimpinan, tetapi juga upaya mempererat silaturahmi dengan mitra kerja. Selain itu, kesempatan ini menjadi wadah mendengarkan secara langsung informasi dan aspirasi terkait pelaksanaan fungsi pemasyarakatan di Tarakan.

Adyansa menegaskan bahwa pihaknya ingin menjaga kondusivitas kota dengan memastikan Lapas Tarakan berjalan sesuai fungsinya. Ia mengaku, beberapa kebutuhan yang disampaikan Kalapas akan ditindaklanjuti melalui koordinasi dengan pemerintah maupun stakeholder terkait, termasuk rencana pembangunan ruangan dan blok baru.

Baca Juga :  Penanganan ODGJ Bersajam di Tarakan Belum Optimal

Rombongan Komisi I DPRD turut meninjau berbagai kegiatan warga binaan, mulai dari ibadah berjamaah hingga melihat langsung blok hunian. Dari hasil tinjauan tersebut, mereka menilai masih ada sejumlah hal yang menjadi pekerjaan rumah dan membutuhkan perhatian lebih, khususnya dari pemerintah pusat.

Menurutnya, kondisi keamanan dan ketertiban di dalam Lapas tetap menjadi prioritas yang harus dijaga. Oleh karena itu, DPRD mendorong adanya perhatian yang lebih besar terhadap pemenuhan sarana dan prasarana, agar pembinaan warga binaan berjalan optimal.

Baca Juga :  Cegah Konflik Lahan, Menhut Dorong Percepatan Sertifikasi Tambak Petani di Desa Liagu

Sementara itu, Kalapas Tarakan, Jupri, menyambut baik kunjungan ini. Ia menyebutkan jumlah pegawai Lapas yang ada saat ini tidak sebanding dengan jumlah penghuni. Tercatat, hanya 83 pegawai yang bertugas untuk menangani hampir 1.300 warga binaan.

Dirinya menekankan, pelaksanaan fungsi pemasyarakatan tidak hanya menjadi tugas Kementerian Hukum dan HAM, tetapi juga membutuhkan dukungan dari pemerintah daerah, legislatif, hingga masyarakat luas. Hal ini penting karena warga binaan juga merupakan bagian dari masyarakat Tarakan dan sekitarnya.

Baca Juga :  Jelang Imlek dan Ramadan 2026, Cuaca Tarakan Diprakirakan Didominasi Hujan

Kegiatan ditutup dengan penyerahan berbagai produk hasil karya warga binaan, mulai dari batik, amplang, keripik olahan pisang hingga kopi bui. Produk tersebut mendapat apresiasi dari Ketua Komisi I DPRD Tarakan yang juga aktif di Himpunan Pengusaha Muda Indonesia (Hipmi) Kaltara. Ia berkomitmen membantu pengembangan produk warga binaan agar dapat dikenal lebih luas melalui kegiatan promosi dan pemasaran. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *