benuanta.co.id, TARAKAN – Pelaksanaan Pekan Daerah Kontak Tani Nelayan Andalan (PEDA) III tahun 2025 di Kalimantan Utara resmi ditutup dengan hasil yang dinilai sukses. Melalui ajang ini, para petani di Kaltara mulai diarahkan untuk melakukan transformasi menuju pertanian modern.
Kepala Dinas Pertanian dan Ketahanan Pangan (DPKP) Kaltara, Ir. Heri Rudiyono, M.Si menyampaikan rasa syukur karena rangkaian kegiatan dapat terlaksana dengan baik. Dari segi akomodasi, pameran, hingga lomba, semua berjalan sesuai rencana.
“Alhamdulillah kegiatan kita berjalan baik. Semua kabupaten juga mendapat juara sesuai kategori lomba masing-masing,” ungkapnya, Kamis (2/10/2025).
Ia menyebut, PEDA kali ini juga menampilkan sejumlah inovasi teknologi modern, di antaranya penggunaan drone, irigasi berbasis kecerdasan buatan (AI) yang terhubung Android, serta produk-produk lokal hasil petani.
“Inovasi ini penting untuk mempercepat transformasi petani agar hasil panen semakin baik dan efisien,” ujarnya.
Heri pun mengapresiasi dukungan penuh dari pemerintah pusat maupun daerah atas terselenggaranya kegiatan ini.
“Kami berterima kasih kepada Pak Menteri, Pak Gubernur, serta para bupati dan wali kota yang sudah mendukung sampai penutupan,” tambahnya.
Sementara itu, Ketua KTNA Kaltara sekaligus Ketua Komisi II DPRD Kaltara, Robenson Tadem mengatakan, PEDA menjadi sarana penting dalam mengubah pola lama petani yang masih mengandalkan cara manual menuju penggunaan teknologi pertanian.
Melalui kegiatan ini, petani dikenalkan pada metode baru mulai dari cara menanam, penyiraman, hingga penggunaan pupuk organik yang lebih ramah lingkungan.
“PEDA ketiga ini menjadi wadah transformasi bagi petani, bagaimana mereka bisa beradaptasi dengan teknologi pertanian modern. Kami juga lakukan demo cara bercocok tanam hingga penggunaan pupuk organik yang menjadi andalan untuk masa depan,” jelasnya.
Ia berharap kehadiran Menteri Pertanian RI dalam pembukaan PEDA III di Tarakan bisa membawa dukungan lebih besar terhadap program ketahanan pangan. Menurutnya, berbagai komoditas seperti padi, kopi, karet, cokelat hingga kelapa harus menjadi fokus agar Kaltara dapat berkontribusi lebih pada kebutuhan pangan nasional.
Berdasarkan hasil musyawarah, PEDA IV akan digelar di Kabupaten Nunukan pada tahun 2028. Pemilihan Nunukan diharapkan semakin mendorong pengembangan pertanian, khususnya penggunaan pupuk organik di wilayah perbatasan.
“Harapannya Nunukan bisa jadi contoh kabupaten lain, terutama dalam penggunaan pupuk organik,” tambahnya.
Selain itu, KTNA Kaltara menjalin kerja sama dengan Badan Riset dan Modernisasi Pertanian (BRMP) Kalimantan Timur untuk pengembangan bibit unggul. Inovasi tersebut mampu mempercepat masa panen padi dari enam bulan menjadi tiga hingga empat bulan. Bahkan, bibit padi kini dapat dikembangkan baik di sawah maupun di daerah perbukitan.
Robenson juga menyampaikan, Kaltara memiliki potensi besar pada komoditas kopi, kakao, dan kelapa. Saat ini, Malinau telah mengembangkan kopi, karet, dan kakao. Sedangkan di Nunukan, beberapa kecamatan difokuskan pada program kopi, di Sebatik ditanam cokelat, serta pengembangan kelapa di daerah pantai.
“Kalau kopi paling cocok di daerah pegunungan dengan ketinggian 1.500 meter dari permukaan laut, sedangkan kelapa sangat baik di daerah pantai, dan cokelat bisa ditanam di berbagai wilayah,” ungkapnya.
Ia optimistis dengan komitmen pemerintah daerah bersama para petani, Kaltara bisa menjadi salah satu lumbung pangan sekaligus penghasil komoditas unggulan.
“Kami yakin ke depan Kaltara bisa bersaing, bahkan target kami bisa jadi juara umum di ajang Penas Tani 2026 di Gorontalo,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Yogi Wibawa







