benuanta.co.id, TARAKAN – Setelah resmi diresmikan pada Selasa, 30 September 2025, Sekolah Rakyat Tarakan langsung memulai rangkaian kegiatan pendidikan bagi siswa baru. Agenda pertama yang dilaksanakan adalah Pemeriksaan Kesehatan Gratis (PKG) yang dimulai sejak pagi dengan dukungan Puskesmas Memburungan.
Pada angkatan pertama Sekolah Rakyat Kota Tarakan terdapat 59 siswa yang terdiri dari 39 siswa SD dan 20 siswa SMP serta 12 guru yang akan mengajar.
Kepala Sekolah Rakyat Tarakan, Marisa Audia, menyampaikan setelah pemeriksaan kesehatan, pihaknya langsung memulai Masa Pengenalan Lingkungan Sekolah (MPLS) yang akan berlangsung hingga dua pekan ke depan.
Setelahnya, siswa dijadwalkan mengikuti matrikulasi sebelum kegiatan belajar mengajar resmi dimulai secara serentak di seluruh Indonesia.
“MPLS ini berbeda dari sekolah-sekolah lain karena kami melibatkan berbagai dinas yang memang dibutuhkan. Selain itu, siswa juga akan diperkenalkan dengan kehidupan berasrama, bagaimana menjalin keakraban dengan teman, serta aktivitas lainnya,” terangnya.
Dirinya menjelaskan, karena siswa tinggal di asrama, ada aturan khusus mengenai kunjungan orang tua. Pada tahap awal, kunjungan masih diperbolehkan, namun hanya di waktu tertentu dan dilakukan di ruang terbuka.
“Untuk pulang ke rumah belum bisa dilakukan secara bebas. Hal ini untuk menjaga agar anak-anak tidak mudah terpengaruh dari lingkungan luar dan tetap fokus membangun kedisiplinan di asrama,” jelasnya.
Menurutnya, pihak sekolah juga akan terlebih dahulu memahami karakter setiap siswa sebelum memberikan kesempatan pulang. Kebijakan ini diterapkan sebagai bagian dari pembinaan agar siswa terbiasa dengan lingkungan barunya.
Dengan pola pendidikan berasrama, Sekolah Rakyat Tarakan berharap siswa dapat lebih cepat beradaptasi, membangun kemandirian, serta memiliki kedisiplinan yang kuat. Program MPLS ini juga diharapkan menjadi bekal awal sebelum mereka memasuki proses pembelajaran formal. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Yogi Wibawa







