benuanta.co.id, TARAKAN – Pemerintah pusat melalui Kementerian Pertanian menegaskan dukungannya terhadap rencana pembangunan pabrik minyak goreng di Kalimantan Utara (Kaltara) yang selama ini menjadi cita-cita Gubernur Kaltara. Kehadiran pabrik dinilai mampu memperkuat ketahanan pangan sekaligus menekan harga minyak goreng di pasaran.
Direktur Jenderal Perkebunan Kementerian Pertanian, Dr. Abdul Roni Angkat, menyebut, potensi kelapa sawit di Kaltara sangat menjanjikan. Dengan ketersediaan bahan baku, pabrik dapat dibangun mulai dari kapasitas kecil hingga besar.
“Mulai dari 2.000 ton CPO per hari sampai 150.000 ton per hari bisa disesuaikan. Yang penting adalah suplai bahan bakunya,” ujarnya, Selasa (30/9/2025).
Ia menambahkan, pasar untuk minyak goreng diyakini tidak menjadi masalah. Justru tantangan utama adalah memastikan pasokan bahan baku yang stabil. Pihaknya juga siap memberi dukungan berupa fasilitasi investasi, pembukaan lahan, hingga peremajaan sawit agar produksi tetap terjaga.
Menurutnya, Indonesia memiliki peluang besar memperluas pasar ekspor produk olahan sawit. Beberapa negara, termasuk Filipina, masih mengandalkan impor dari Indonesia untuk sejumlah komoditas.
“Kalau mereka saja bisa, Kaltara harus mampu masuk lebih kuat ke pasar internasional. Ini momentum penting bagi kita,” jelasnya.
Sementara itu, Gubernur Kaltara, Dr. Zainal Arifin Paliwang menegaskan komitmennya mewujudkan pembangunan pabrik minyak goreng di provinsi termuda Indonesia itu. Langkah ini diyakini mampu memenuhi kebutuhan masyarakat sekaligus membuka peluang ekspor.
Menurutnya, wacana pembangunan pabrik sudah lama menjadi cita-cita yang ia dorong sejak tiga tahun terakhir. Selama ini, kebutuhan minyak goreng di Kaltara masih bergantung pasokan dari luar daerah.
“Insyaallah akan kita bangun di Kaltara (pabrik minyak goreng). Harapan saya, selain memenuhi kebutuhan masyarakat, produksi lebihnya bisa kita ekspor,” ungkapnya.
Ia menyebut, dalam pembahasan bersama sejumlah perusahaan kelapa sawit (PKS), pemerintah ingin mengetahui kapasitas produksi hingga kontrak ekspor yang sudah dijalankan. Data tersebut dinilai penting untuk memperhitungkan ketersediaan bahan baku bagi pabrik yang akan dibangun.
“Dukungan dari PKS yang ada di Kaltara sangat menentukan. Tanpa suplai bahan baku, pembangunan pabrik tidak akan berarti. Karena itu kami minta agar PKS bisa memberi masukan dan berkomitmen mendukung,” katanya.
Zainal berharap keberadaan pabrik minyak goreng di Kaltara dapat memberikan manfaat langsung bagi masyarakat, terutama dari sisi harga. Dengan produksi lokal, ia menilai harga minyak goreng di pasaran bisa lebih murah dibanding wilayah lain. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Yogi Wibawa







