benuanta.co.id, NUNUKAN – Pemerintah Kabupaten Nunukan menyatakan dukungan penuh terhadap rencana pembangunan pabrik minyak goreng di Kalimantan Utara (Kaltara).
Bupati Nunukan, Irwan Sabri, menilai langkah yang diinisiasi Gubernur Kaltara merupakan terobosan besar yang akan memberi dampak langsung bagi masyarakat.
Menurutnya, perusahaan-perusahaan yang berinvestasi di daerah tidak punya pilihan lain selain mendukung program tersebut. Ia menegaskan dukungan 100 persen dari pemerintah daerah karena kebijakan ini sejalan dengan kepentingan pusat maupun daerah.
Irwan juga menyampaikan usulan agar lokasi pembangunan pabrik minyak goreng ditempatkan di wilayah daratan Kabudaya, Kabupaten Nunukan. Pertimbangannya, di daerah tersebut terdapat lahan luas dan perusahaan kelapa sawit yang cukup banyak, sehingga akan memudahkan mobilisasi dan menekan biaya transportasi.
“Di Kabupaten Nunukan ada sekitar 20 perusahaan kelapa sawit, sembilan di antaranya memang di Sebatik namun belum aktif. Selebihnya berada di Kabudaya. Jika pabrik dibangun di sana, ada efisiensi dari sisi logistik,” ungkapnya.
Ia menambahkan, pemerintah daerah siap menyediakan lahan untuk pembangunan pabrik tersebut. Menurutnya, lokasi yang dipilih harus efektif dan efisien agar memaksimalkan manfaat bagi daerah.
“Untuk lokasi lahan untuk pabrik minyak goreng kami siapkan. Insyaallah kami siap, tinggal kita pilih nanti kira-kira tempat yang efisien efektif di mana lokasinya di daerah Kabudaya tersebut,” tegasnya.
Menurutnya, arahan Gubernur Kaltara terkait pengambilan 10 hingga 15 persen hasil sawit dari PKS memang wajib diikuti mengingat PKS berinvestasi di wilayah Kaltara.
“Pihak-pihak perusahaan yang berinvestasi di Kalimantan Utara saya rasa sangat menyetujui wajib untuk mengikuti arahan Gubernur. Karena walaupun bagaimana mereka berinvestasi di wilayah kita, sehingga saya pikir apabila kita mengambil 10 hingga 20 persen bahkan pun tidak menjadi persoalan tinggal metodenya nanti seperti apa,” terangnya.
Menanggapi hal tersebut, Gubernur Kaltara, Dr. Zainal Arifin Paliwang, menyebut usulan tersebut sejalan dengan pertimbangan strategis pemerintah provinsi. Dirinya melihat potensi besar di wilayah Kabudaya dan Nunukan karena terdapat sejumlah pabrik kelapa sawit yang bisa mendukung ketersediaan bahan baku.
“Secara strategis memang di wilayah Kabudaya dan Tenggulukan ini ada sekitar 10 pabrik kelapa sawit. Ini sangat bagus. Mudah-mudahan secepatnya Bupati bisa menghibahkan tanah 5 hingga 10 hektare untuk pembangunan pabrik,” ujarnya.
Pembangunan pabrik minyak goreng di Kaltara diharapkan tidak hanya menjawab kebutuhan masyarakat lokal, tetapi juga memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendukung arah kebijakan nasional di sektor industri hilir kelapa sawit. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Yogi Wibawa







