Transformasi Pegadaian Digital, Langkah Nyata Menuju Generasi Emas

benuanta.co.id, TARAKAN – Perubahan gaya hidup masyarakat di era serba cepat mendorong banyak layanan keuangan bertransformasi ke ranah digital. Pegadaian pun tak ketinggalan, dengan menghadirkan aplikasi Pegadaian Digital yang kini semakin akrab digunakan oleh masyarakat dari berbagai kalangan.

Bagi generasi muda, aplikasi ini dianggap sebagai jawaban atas kebutuhan layanan keuangan yang praktis. Maharani Ardika (22), misalnya, mengaku terbantu dengan adanya Pegadaian Digital karena sesuai dengan pola hidup generasi Z yang serba cepat dan lebih menyukai transaksi cashless.

“Sebagai generasi Z, saya merasa aplikasi ini mempermudah kami. Karena gen Z itu kan suka yang praktis-praktis, cepat, dan pastinya cashless,” ujarnya, Jumat (26/9/2025).

Maharani menuturkan, sebelum mengenal aplikasi, ia sempat kerepotan ketika ingin menabung emas. Antrean panjang di kantor Pegadaian membuatnya sering menunda, apalagi jika jadwal kuliah sedang padat. Namun sejak ada Pegadaian Digital, semua kendala itu bisa diatasi.

Ia menambahkan, antrean panjang yang biasanya ditemui di kantor Pegadaian kini bukan lagi masalah karena semua bisa diakses lewat gawai.

Kini, di sela menunggu kelas atau saat istirahat, ia bisa bertransaksi dengan mudah. Bahkan, ia mengaku lebih termotivasi untuk menabung emas karena prosesnya cepat dan fleksibel.

Baca Juga :  Ekonomi Kaltara 2025 Tumbuh 4,56 Persen, Sektor Produktif Perlu Penguatan

Kemudahan yang sama juga dirasakan kalangan ibu rumah tangga. Arbayah (53), warga Tarakan, menilai aplikasi ini membuat dirinya lebih leluasa bertransaksi dari rumah.

“Sekarang cukup lewat aplikasi saja. Dari rumah pun bisa, bahkan sambil memasak tetap bisa melakukan transaksi,” tuturnya.

Ia mengaku kini terbiasa menabung emas dan memperpanjang gadai tanpa harus menempuh jarak jauh ke kantor Pegadaian. Ia kini lebih sering memanfaatkan aplikasi bukan hanya untuk menebus atau memperpanjang gadai, tetapi juga menabung dan berinvestasi emas. Dengan cara ini, ia merasa lebih leluasa mengatur keuangan keluarga tanpa harus meninggalkan pekerjaan rumah.

“Saya sering menggunakan aplikasi bukan hanya untuk menebus atau memperpanjang gadai, tetapi juga menabung dan berinvestasi emas,” tambahnya.

Cerita keduanya memperlihatkan bagaimana digitalisasi Pegadaian telah melintasi batas generasi. Dari anak muda hingga ibu rumah tangga, semua merasakan manfaat yang sama: praktis, cepat, dan efisien. Inilah wajah baru Pegadaian yang tidak hanya hadir sebagai solusi finansial, tetapi juga bagian dari perjalanan besar menuju Pegadaian mengEMASkan Indonesia.

Sementara itu, Manager Bisnis Pegadaian Cabang Tarakan, Dwi Andini Langgista Mahanani, mengatakan kehadiran aplikasi digital ini berangkat dari kebutuhan masyarakat akan layanan yang lebih mudah diakses. Menurutnya, meski tidak dirancang khusus sesuai Asta Cita Presiden terpilih Prabowo Subianto, layanan digital Pegadaian tetap dapat memberi kontribusi nyata terhadap terwujudnya generasi emas 2045.

Baca Juga :  Kejar Target Rp6 Miliar, Bapenda Kaltara Perkuat Pendataan Alat Berat

“Fitur dan layanan yang disediakan Pegadaian Digital dapat berkontribusi positif terhadap tujuan Generasi Emas 2045, terutama dalam pembangunan SDM unggul dan ekonomi yang kuat,” jelasnya.

Aplikasi ini menyediakan beragam layanan. Mulai dari Gadai dari Rumah dengan jemput jaminan, Antar Jaminan Lunas, hingga Booking Service yang memungkinkan nasabah menjadwalkan kunjungan ke outlet terdekat. Ada juga opsi Gadai Tabungan Emas dan Gadai Titipan Emas Fisik yang memberi fleksibilitas lebih luas.

Selain itu, tersedia Pembiayaan Multiguna & Cicil Kendaraan, serta Pembiayaan Porsi Haji untuk nasabah yang ingin merencanakan keberangkatan ibadah. Fitur Pembayaran dan Top Up pun kian memudahkan, mulai dari membayar gadai, cicilan, tagihan listrik, air, BPJS, hingga top up e-wallet.

Bagi yang ingin berinvestasi, aplikasi ini menghadirkan layanan Cicil Emas dan Rencana Emas. Nasabah bisa mencicil emas batangan maupun perhiasan di merchant, serta membuat rencana menabung emas berdasarkan profil risiko yang dianalisis oleh Certified Financial Planner.

Baca Juga :  IOH dan Nokia Edukasi Mahasiswa Kaltara tentang Literasi Digital dan AI

Dwi menambahkan, transformasi digital Pegadaian tidak hanya mempermudah layanan, tetapi juga memperkuat literasi keuangan. Dengan akses yang mudah, masyarakat makin terbiasa menabung dan berinvestasi emas.

“Langkah digitalisasi ini membuat masyarakat lebih melek finansial. Dengan kemudahan akses, masyarakat bisa lebih terbiasa menabung dan berinvestasi, sehingga mendukung terciptanya generasi emas 2045,” ujarnya.

Keamanan transaksi pun dijamin. Sistem OTP diterapkan dalam setiap transaksi, dan seluruh layanan berada di bawah pengawasan OJK.

Digitalisasi yang dilakukan Pegadaian bukan hanya strategi bisnis, melainkan juga bentuk dukungan nyata terhadap inklusi keuangan nasional. Hal ini sejalan dengan visi perusahaan untuk menjadi the leader dalam gold ecosystem dan akselerator literasi keuangan berbasis emas.

“Digitalisasi ini bagian dari langkah Pegadaian mendukung Indonesia Emas 2045. Inklusi keuangan harus dirasakan semua kalangan, dan teknologi adalah jembatan utamanya,” pungkas Dwi.

Melalui inovasi yang terus berkembang, Pegadaian menunjukkan komitmennya menghadirkan layanan inklusif dari generasi ke generasi. Dari cerita Nisa hingga Arbayah, dari layanan gadai hingga investasi emas, semuanya mengarah pada tujuan besar: Pegadaian mengEMASkan Indonesia. (*)

#mengEMASkanindonesia

Reporter: Sunny Celine T

Editor: Yogi Wibawa 

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *