benuanta.co.id, TARAKAN – Pascaperistiwa penikaman antar napi yang menewaskan seorang warga binaan, Lembaga Pemasyarakatan (Lapas) Kelas IIA Tarakan langsung memperketat pengawasan. Salah satu langkah yang diterapkan adalah perubahan jam kunjungan bagi keluarga narapidana.
Kasubsi Registrasi Lapas Tarakan, Praditya Panji Utama, mengatakan jam kunjungan yang biasanya dilakukan pagi dan sore kini hanya dibuka pada pagi hari. “Pelayanan tetap berjalan, hanya jam besukan kami batasi sementara. Ini dilakukan sambil menunggu arahan pimpinan,” ujarnya, Kamis (25/9/2025).
Selain pembatasan kunjungan, pihak Lapas juga meningkatkan intensitas razia di blok hunian. Selama ini, pemeriksaan rutin sebenarnya sudah dilakukan hingga empat kali seminggu. Namun setelah kejadian, razia hampir setiap hari dilakukan.
“Kami menyasar senjata tajam dan barang-barang terlarang lainnya,” tambahnya.
Panji menyebut, razia sebelumnya juga kerap menemukan benda tajam. Hal ini menjadi perhatian serius agar kejadian serupa tidak terulang. Oleh karena itu, pihaknya memperketat SOP yang berlaku, termasuk penguncian kamar dari jam 6 sore sampai pagi, serta siang hari mulai pukul 12.00 hingga 14.30 WITA.
Dirinya juga menekankan, kondisi di dalam Lapas Tarakan tetap terkendali. Tidak ada pergerakan atau rencana aksi lanjutan dari warga binaan. Bahkan petugas Lapas sudah melakukan pendekatan langsung, dan semuanya masih aman.
Ia menambahkan, peremajaan sistem keamanan di Lapas Tarakan terus dilakukan. “Informasi yang beredar bahwa Lapas Tarakan rawan seperti dulu itu tidak benar. Sekarang pengawasan jauh lebih ketat dan kami bersinergi dengan kepolisian maupun pihak rumah sakit dalam setiap langkah,” jelas Panji.
Guna memastikan keamanan tetap terjaga, pihak Lapas juga meminimalisir interaksi yang berpotensi menimbulkan keributan, termasuk memperketat aktivitas di luar kamar. “Kejadian kemarin berlangsung pada jam santai menjelang tutup blok. Ke depan, kami akan lebih teliti dalam mengawasi setiap aktivitas warga binaan,” tandasnya.
Dengan berbagai langkah ini, Lapas Tarakan berharap kondisi tetap kondusif, serta pelayanan bagi warga binaan maupun keluarga tetap berjalan dengan baik meski ada penyesuaian. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Yogi Wibawa







