Disnaker Klaim PHK di Tarakan Masih Terkendali

benuanta.co.id, TARAKAN – Dinas Perindustrian dan Ketenagakerjaan (Disnaker) Kota Tarakan mencatat adanya pemutusan hubungan kerja (PHK) di sejumlah perusahaan. Kendati demikian, jumlahnya masih dalam kategori terkendali dan tidak bersifat masif.

Kepala Disnaker Tarakan, Agus Sutanto mengatakan, laporan PHK yang masuk berasal dari beberapa sektor.

“Ada dari perusahaan finance, distributor, hingga sektor lainnya. Tapi jumlahnya tidak terlalu signifikan,” ujarnya, Rabu (24/9/2025).

Dirinya menyebutkan, kondisi tersebut memang berdampak pada dunia kerja di Tarakan, namun tidak sampai menimbulkan gelombang besar. Saat ini pihaknya terus memantau perkembangan melalui laporan perusahaan yang masuk.

Baca Juga :  Jelang Imlek dan Ramadan, Harga Bahan Pokok di Pasar Gusher Stabil

Terkait jumlah pencari kerja, Agus menuturkan kondisinya relatif stabil. Hal ini terlihat dari data pengajuan pembuatan kartu kuning yang diajukan masyarakat.

“Rata-rata per bulan itu sekitar 100 sampai 150 pengajuan. Angka itu tidak jauh berbeda dibanding tahun sebelumnya,” jelasnya.

Namun, tingkat pengangguran di Tarakan masih terbilang tinggi. Berdasarkan catatan Disnaker, angka pengangguran masih berada di atas 5 persen atau sekitar 6 ribu orang. Kondisi ini menjadi tantangan tersendiri bagi pemerintah daerah.

Baca Juga :  Jaga Tradisi Kue Keranjang Imlek di Tarakan ala Nenek Joanie

Upaya pengentasan pengangguran melalui pelatihan kerja diakui belum berjalan maksimal pada tahun ini. Agus menuturkan, tahun lalu pihaknya melaksanakan 17 paket pelatihan. Sedangkan pada tahun ini, baru satu paket yang bisa berjalan dari dana APBD kota.

“Sampai saat ini belum ada dukungan dari pusat, kemungkinan memang terkendala efisiensi anggaran,” sebutnya.

Padahal, pelatihan kerja dianggap penting untuk meningkatkan kompetensi pencari kerja agar lebih mudah terserap di industri. Beberapa bidang keahlian yang tersedia di Balai Latihan Kerja (BLK) antara lain las, otomotif, kelistrikan, hingga komputer dan desain grafis.

Baca Juga :  Cegah Konflik Lahan, Menhut Dorong Percepatan Sertifikasi Tambak Petani di Desa Liagu

Menurut Agus, ke depan Disnaker akan menyesuaikan jenis pelatihan dengan kebutuhan dunia usaha. “Kami sudah meminta data dari perusahaan terkait keahlian yang dibutuhkan. Tujuannya agar pelatihan bisa tepat sasaran dan ada benang merahnya dengan industri,” katanya.

Ia berharap, pemerintah pusat dapat kembali memberikan dukungan pada tahun depan. Dengan begitu, investasi bisa berkembang, tenaga kerja terserap, dan angka pengangguran di Tarakan berangsur menurun. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *