benuanta.co.id, BULUNGAN – Komisi III Dewan Perwakilan Rakyat Daerah (DPRD) Kalimantan Utara turun langsung ke SMAN 1 Tanjung Selor, Selasa (23/9/2025). Sidak ini dilakukan menyusul dugaan keracunan makanan bergizi gratis (MBG) yang dialami sejumlah siswa sekolah tersebut.
Sekretaris Komisi III DPRD Kaltara, Mohammad Nafis, mengatakan pihak sekolah membenarkan adanya siswa yang mengalami gejala mual dan muntah usai menyantap MBG. “Dua siswa sempat dirawat di RSUD Soemarno Sosroatmodjo, sementara lainnya dijemput orang tua,” ujarnya.
Meski begitu, Nafis menegaskan penyebab kejadian belum bisa dipastikan. “Hasil laboratorium belum keluar. Bisa dari makanan, bisa juga faktor lain. Jadi belum dapat disimpulkan,” katanya.
Untuk sementara, distribusi MBG di SMAN 1 Tanjung Selor dihentikan. DPRD meminta penyedia makanan tetap memperhatikan prosedur standar operasional (SOP). “Kami juga sudah meninjau dapur MBG di Jalan Mangga. Secara fasilitas sudah bagus, rapi, dan steril,” tutur Nafis.
Ia menyebut persoalan justru muncul pada teknis distribusi. Sekolah meminta makanan diantar pukul 10.00–11.00 Wita agar sesuai jam istirahat siswa. Namun, pada hari kejadian, makanan sudah dikirim pukul 09.00 dan baru disantap sekitar pukul 11.30.
Nafis menambahkan, pihaknya mendorong sekolah dan penyedia MBG untuk menyamakan jadwal distribusi sesuai kebutuhan siswa. Saat ini, ada 1.049 siswa SMAN 1 Tanjung Selor yang menjadi penerima manfaat program tersebut. (*)
Reporter: Ike Julianti
Editor: Ramli







