benuanta.co.id, TARAKAN – Jumlah kasus kecelakaan lalu lintas (Laka Lantas) di Kota Tarakan tercatat mengalami penurunan signifikan dalam dua tahun terakhir. Berdasarkan data Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Kepolisian Resor (Polres) Tarakan, pada 2024 terjadi 110 kasus kecelakaan, sementara per Januari hingga September 2025 hanya ada sekitar 40 kasus.
Terkait hal tersebut, Kasat Lantas Polres Tarakan, AKP Rudika Harto Kanajiri, menyebut tren ini sebagai perkembangan positif. Meski begitu, pihaknya tetap mewaspadai tingginya potensi kecelakaan akibat kelalaian pengendara.
“Kelalaian ya paling banyak, yang nerobos, terus tidak pakai helm, anak di bawah umur. Itu yang biasanya sering kita dapati orang ataupun korban kecelakaan,” ujarnya, Kamis (11/9/2025).
Ia menjelaskan, sebagian besar kasus kecelakaan di Tarakan melibatkan pengendara roda dua. Mayoritas kecelakaan tergolong sedang hingga ringan, sedangkan kasus dengan korban meninggal dunia relatif sedikit.
Selain kelalaian pengendara, kondisi jalan yang belum memadai dan minim penerangan juga ikut memengaruhi risiko kecelakaan.
“Itu juga salah satu faktor yang mempengaruhi seseorang kecelakaan,” tambahnya.
Rudika juga menyinggung fenomena pelajar yang nekat membawa kendaraan bermotor. Menurutnya, pendekatan edukasi lebih diutamakan dibanding penindakan tegas. “Kadang nurani kita juga kasihan kan. Mereka alasannya tidak ada yang antar, jadi sebatas kita imbau dan rutin sosialisasi di sekolah,” jelasnya.
Selain itu, Fenomena balap liar dan pelanggaran lalu lintas yang dilakukan remaja masih menjadi perhatian serius. Ia membeberkan Kawasan Stadion Datu Adil merupakan salah satu titik yang kerap dijadikan arena aksi berbahaya tersebut.
Sebagai langkah lanjutan, Satlantas Polres Tarakan berencana menggandeng instansi terkait untuk meningkatkan keselamatan di jalan raya. Program yang disiapkan meliputi pemasangan markah, perbaikan ruas jalan, hingga penambahan rambu lalu lintas di titik rawan.
Dengan berbagai upaya tersebut, pihak kepolisian berharap tren penurunan kasus kecelakaan di Tarakan dapat terus terjaga dalam beberapa tahun ke depan. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Yogi Wibawa







