benuanta.co.id, TARAKAN – Upaya Pemerintah Kota Tarakan menata kawasan wisata baru Pantai Ratu Intan masih menghadapi tantangan. Meski telah dilengkapi dengan fasilitas yang lebih baik, pelaku Usaha Mikro, Kecil dan Menengah (UMKM) dan pedagang Pantai Amal Lama tampak belum banyak yang beralih ke lokasi tersebut.
Menanggapi kondisi tersebut, Kepala Bidang Kebudayaan Disbudporapar Tarakan, Abdul Salam mengungkapkan, berbagai sarana pendukung sebenarnya sudah tersedia. Kios berjualan beratap, toilet umum, penerangan jalan, hingga area khusus untuk pedagang telah dibangun dengan harapan dapat menarik minat mereka. Namun kenyataannya, tempat itu masih sepi dari aktivitas jual beli.
“Kami sudah berupaya kepada UMKM yang ada supaya mereka masuk berjualan di situ. Sampai sekarang mereka belum ada,” ujar, Selasa (23/9/2025).
Dirinya menuturkan, sejumlah alasan membuat pedagang memilih bertahan di Pantai Amal Lama. Selain lokasi Ratu Intan yang dianggap lebih jauh dari pusat kota, kondisi cuaca yang panas juga membuat sebagian pedagang kurang nyaman untuk membuka usaha di sana. Faktor kebiasaan dan kenyamanan lokasi lama juga menjadi pertimbangan tersendiri.
“Bangunannya ada atapnya, ada WC-nya, ada fasilitasnya, lampunya. Cuma kami tetap berupaya bagaimana Ratu Intan ini bisa ramai,” jelasnya.
Sejauh ini, pihak pengelola masih mencoba berbagai cara untuk menghidupkan suasana kawasan wisata baru itu. Salah satunya dengan melakukan promosi melalui media sosial. Konten-konten yang ditampilkan bertujuan menarik perhatian masyarakat agar berkunjung, sekaligus memancing pelaku usaha untuk berjualan di sana.
Ia menjelaskan, pemerintah tetap mendukung pengembangan kawasan Ratu Intan. Ia menyebut fasilitas yang dibangun merupakan bentuk keseriusan pemerintah dalam menyediakan ruang ekonomi baru bagi masyarakat.
“Kita sudah menyiapkan sarana dan prasarana, tinggal bagaimana pedagang memanfaatkannya,” ungkapnya.
Menurutnya, penataan kawasan wisata memang membutuhkan waktu agar bisa benar-benar diminati pengunjung maupun pelaku usaha. Karena itu, pemerintah mendorong promosi dan kegiatan pendukung lainnya agar perlahan kawasan tersebut menjadi pilihan masyarakat.
Ia juga berharap, pedagang tidak ragu untuk mencoba berjualan di lokasi baru tersebut. “Kita ingin ada aktivitas ekonomi di sana, sehingga Pantai Ratu Intan tidak hanya sekadar tempat wisata, tetapi juga memberikan manfaat langsung bagi UMKM,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Yogi Wibawa







