benuanta.co.id, TARAKAN – Persiapan pelaksanaan Iraw Tengkayu 2025 terus dimatangkan. Event budaya tahunan yang sudah masuk dalam warisan budaya tak benda ini akan digelar pada 11–12 Oktober mendatang dengan rangkaian kegiatan utama pawai budaya dan larung Padau Tujuh Dulung.
Kabid Kebudayaan Disbudporapar Tarakan, Abdul Salam menyampaikan, progres persiapan sudah berjalan sekitar 75 persen. Mulai dari pembukaan pendaftaran peserta, rapat teknis lintas OPD, hingga penyiapan venue telah dilakukan.
“Karena kegiatan ini sudah yang ke-14, pola persiapannya hampir sama dengan tahun-tahun sebelumnya. Rapat-rapat teknis sudah tuntas, termasuk konsumsi, undangan, hingga pematangan lahan,” ujarnya, Senin (22/4/2025).
Pada tanggal 11 Oktober, masyarakat akan disuguhkan pawai budaya yang dibuka untuk umum dengan tiga kategori yakni jalan kaki, sepeda hias, dan mobil hias. Peserta berasal dari jenjang SD hingga SMA, termasuk kelompok masyarakat dan instansi.
Sementara pada 12 Oktober digelar puncak acara berupa larung Padau Tujuh Dulung yang menjadi ikon Iraw Tengkayu. Prosesi sakral ini juga akan ditandai dengan atraksi budaya khas yang berbeda dari tahun sebelumnya, termasuk pelaksanaan tarik ruasal yang selalu dikemas dengan konsep baru.
Pamong Budaya Ahli Muda Disbudporapar Tarakan, Sumaryadi menambahkan, pendaftaran peserta pawai budaya masih berlangsung hingga 6 Oktober. Setelah itu akan dilaksanakan technical meeting sebelum pelaksanaan. “Peserta yang mendaftar sudah mulai banyak, dan biasanya semakin mendekati penutupan jumlahnya lebih ramai,” jelasnya.
Selain pawai dan pelarungan, masyarakat juga akan dihibur dengan panggung rakyat pada malam hari. Namun berbeda dari tahun sebelumnya, kali ini arahan Wali Kota mendorong pemberdayaan artis lokal untuk mengisi acara hiburan. Upaya ini diharapkan menjadi ruang apresiasi sekaligus kesempatan bagi seniman daerah untuk tampil di panggung besar.
Dalam puncak seremoni, panitia juga menjadwalkan kehadiran Menteri Pariwisata atau pejabat yang mewakili. Undangan kepada kabupaten/kota lain hingga asosiasi APEKSI juga tengah dipersiapkan. Bahkan ada promosi yang dititipkan ke travel Sabah dan Brunei, dengan harapan ada delegasi luar negeri yang turut hadir.
Adapun penari massal yang akan memeriahkan acara berjumlah 150 orang dari kalangan SMA. Mereka sudah mulai menjalani latihan sejak beberapa waktu lalu. Sementara pembuatan Padau Tujuh Dulung yang akan dilarungkan, saat ini progresnya sudah mencapai 50 persen dan dikerjakan di Balai Adat.
Abdul Salam menegaskan, Iraw Tengkayu bukan sekadar seremoni tahunan. Lebih dari itu, event ini diharapkan memberi manfaat besar bagi masyarakat, baik dari sisi pelestarian tradisi maupun peningkatan kesejahteraan melalui partisipasi UMKM.
“Harapannya masyarakat terus mendukung dan berpartisipasi, karena tujuan akhirnya bagaimana pelestarian budaya ini juga memberi manfaat sebesar-besarnya bagi warga Tarakan,” tutupnya.
Secara rinci, rangkaian acara Iraw Tengkayu 2025 akan berlangsung sebagai berikut:
* 11 Oktober 2025: pawai budaya pada siang hari, dilanjutkan dengan panggung hiburan rakyat pada malam harinya.
* 12 Oktober 2025: pementasan seni pada pagi hari, prosesi larung Padau Tujuh Dulung pada siang hari, dan ditutup dengan seremoni resmi yang dijadwalkan dibuka oleh Menteri Pariwisata atau perwakilannya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Yogi Wibawa







