benuanta.co.id, TARAKAN – Kehadiran Habib Rizieq Shihab (HRS) dalam rangkaian maulid akbar di Kota Tarakan, Sabtu (20/9/2025) kemarin, mendapat sambutan luar biasa dari masyarakat. Ribuan jamaah tetap bertahan mengikuti tabligh akbar hingga larut malam, meski hujan deras sempat mengguyur lokasi acara.
Perwakilan Aliansi Solidaritas Kaltara untuk Palestina sekaligus panitia kegiatan, Ahmad Irwan, mengaku terkejut dengan antusiasme masyarakat yang ikut menjemput kedatangan HRS di Pelabuhan SDF pada Sabtu siang.
“Kami hanya mengira yang menjemput itu panitia, aparat, dan ormas yang tergabung dalam tim keamanan, tapi ternyata masyarakat juga ikut turun langsung, jumlahnya luar biasa,” jelasnya kepada benuanta.co.id, Ahad (21/9/2025).
Pada malam harinya, maulid akbar yang dimulai sekitar yang berlangsung di Halaman Masjid Baburahmat, Jl. Sebengkok Tiram, tetap berlangsung khidmat walau sempat diguyur hujan deras. Irwan menyebut hujan justru membuat jamaah semakin bersemangat. “Hujan deras tidak sedikit pun mengurangi antusiasme, bahkan jamaah tetap berdiri di tempat, tidak bergerak,” katanya.
Ia menambahkan, panitia sempat khawatir ketika hujan turun, namun Habib Rizieq menenangkan jamaah dengan sikap tenang. “Beliau bilang tidak apa-apa, sudah biasa begini, bahkan saat kami mau memayungi beliau, habib menolak. Katanya biar sama-sama, itu tanda keikhlasan beliau dalam berdakwah,” ungkapnya.
Ceramah Habib Rizieq baru bisa dimulai sekitar pukul 22.00 WITA karena adanya sedikit kendala sehingga menyebabkan keterlambatan kedatangan ke lokasi. Meski begitu, acara tetap berlangsung hingga tengah malam. “Biasanya ceramah dimulai jam sembilan, tapi kemarin baru jam sepuluh kurang lebih. Habib berceramah dua jam, dan acara selesai sekitar jam dua belas malam,” tuturnya.
Ia bersyukur seluruh rangkaian maulid akbar berjalan aman tanpa kendala, meski sempat diguyur hujan deras. “Alhamdulillah semua lancar sampai selesai, meskipun hujan deras sempat turun,” imbuhnya.
Keesokan paginya, Ahad (21/9/2025), HRS melanjutkan safari dakwahnya ke Samarinda, Kalimantan Timur. Irwan memastikan keberangkatan dilakukan melalui Bandara Juwata Tarakan sekitar pukul 10.00 WITA. “Tadi pagi beliau sudah terbang ke Samarinda untuk melanjutkan safari dakwah,” ujarnya.
Panitia berharap ke depan bisa menghadirkan kembali HRS di Tarakan dengan lokasi yang lebih luas. Irwan menilai jamaah yang hadir kemarin membludak, sedangkan area maulid akbar tidak lebar dan hanya memanjang. “Kami harap lain waktu bisa di tempat lebih luas, seperti Masjid Baitul Izzah (Islamic Center) atau Masjid Agung Al Ma’arif,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Ramli







