benuanta.co.id, TARAKAN – Transformasi Lantamal XIII Tarakan menjadi Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XIII menjadi peran baru bagi TNI AL di kawasan maritim Kalimantan.
Komandan Kodaeral XIII, Laksamana Muda TNI Phundi Rusbandi, menyebut peningkatan status ini bukan sekadar perubahan nama, melainkan pergeseran komando yang memberi dampak besar bagi organisasi.
“Ini peningkatan level komando yang berpengaruh langsung pada kesiapan satuan, baik prajurit maupun alutsista,” ungkapnya, Sabtu (13/9/2025) lalu.
Wilayah kerja Kodaeral XIII kini meliputi Kalimantan Utara, Kalimantan Timur, hingga Kalimantan Selatan. Dengan cakupan yang luas ini, pengawasan laut harus lebih intensif.
“Mulai dari Nunukan sampai Kalimantan Selatan, semua masuk wilayah tugas kami,” paparnya.
Dalam kondisi damai, Kodaeral XIII tetap menaruh prioritas pada patroli dan operasi keamanan laut di jalur pelayaran strategis. Namun jika terjadi perang, perannya bertambah dengan menggelar operasi pertahanan pantai.
“Saat damai, fokus kami tetap menjaga laut. Namun jika terjadi konflik, Kodaeral siap menjalankan operasi pertahanan pantai,” ujarnya.
Ia menambahkan, meskipun tambahan prajurit dan penguatan alutsista masih dalam tahap penyesuaian, kehadiran Kodaeral XIII sudah meningkatkan daya tangkal di kawasan tersebut.
“Untuk personel dan peralatan memang bertahap, tapi keberadaan Kodaeral sudah menambah kekuatan pertahanan,” jelasnya.
Peresmian Kodaeral XIII dilakukan pada Agustus 2025, bersamaan dengan pengarahan Pangkoarmada RI, Laksamana Madya TNI Dr. Denih Hendrata, di Jakarta. Dalam momen itu, seluruh Kodaeral mendapat arahan mengenai peran barunya.
“Penekanan tugas ini disampaikan langsung oleh Pangkoarmada RI,” tuturnya.
Sebagai bagian dari strategi pertahanan negara, Kodaeral XIII memiliki mandat melaksanakan operasi laut secara berkelanjutan dan menyiapkan pertahanan pantai jika diperlukan. “Kami siap melaksanakan dua peran sekaligus sesuai doktrin pertahanan negara,” tegasnya.
Tak hanya penguatan aspek militer, Kodaeral XIII juga berkomitmen membangun kerja sama dengan berbagai pihak, termasuk pemerintah daerah, kepolisian, dan instansi maritim lain.
“Kami tidak bisa bekerja sendiri, sinergi lintas sektor sangat penting,” imbuhnya.
Ia berharap keberadaan Kodaeral XIII akan memperkuat stabilitas di jalur pelayaran Kalimantan yang kerap dilintasi aktivitas perdagangan dan distribusi nasional. “Kami ingin hadir sebagai garda terdepan dalam menjaga jalur laut strategis di Kalimantan,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







