Pertamina Patra Niaga Pastikan Distribusi LPG Subsidi di Tarakan Sesuai Ketentuan  

benuanta.co.id, TARAKAN – Pertamina Patra Niaga Regional Kalimantan Timur dan Utara (Kaltimut) memastikan penyaluran LPG subsidi 3 kilogram di Tarakan terus berjalan sesuai dengan ketentuan. Bahkan, distribusi sudah menjangkau sekitar 90 persen desa dan kelurahan di Kalimantan Utara (Kaltara).

Sales Branch Manager (SBM) Pertamina Patra Niaga Kaltimut 8, Seftian Reza Pangestu mengatakan, pihaknya rutin melakukan pengecekan lapangan. Upaya ini dilakukan bersama agen maupun pemerintah daerah agar penyaluran benar-benar tepat sasaran.

Baca Juga :  Dorong Percepatan Pembangunan Wilayah Utara, DPRD Tarakan Kawal Proyek Multiyears Dinas PU

“Kami sering melakukan visit ke agen dan pangkalan, juga berkoordinasi dengan pemerintah daerah melalui Disperindag dan instansi terkait. Tujuannya untuk memastikan distribusi sesuai ketentuan,” ungkapnya, Senin (15/9/2025).

Sejauh ini, jumlah pangkalan di Tarakan terbilang cukup banyak, mencapai lebih dari 400 titik. Jumlah tersebut telah tersebar di seluruh wilayah kota, sehingga kebutuhan masyarakat bisa terpenuhi dengan lebih merata.

Untuk suplai LPG 3 kilogram, pihaknya menyalurkan sekitar 280 hingga 300 metrik ton per bulan, atau setara dengan 96 ribu hingga 97 ribu tabung. Dalam sehari, rata-rata penyaluran mencapai 3.800 hingga 4.000 tabung, kecuali pada hari libur nasional.

Baca Juga :  Jelang Imlek 2026, Warga Tionghoa Mulai Padati Kelenteng

Meski sudah menjangkau mayoritas wilayah, masih terdapat desa yang cukup sulit dilayani, khususnya di daerah perbatasan seperti Kecamatan Krayan. Hal itu karena jalur distribusi memerlukan moda transportasi udara, sehingga biaya pengiriman menjadi lebih tinggi.

“Kami tetap berupaya agar setiap desa minimal memiliki satu pangkalan LPG subsidi. Namun untuk daerah dengan akses sulit, distribusi masih menghadapi tantangan,” jelasnya.

Baca Juga :  Bertahap, DPUPR Mulai Rancang Pembangunan Pusat Pemerintahan di Wilayah Utara Tarakan

Ia menambahkan, keberlanjutan pembangunan infrastruktur menjadi harapan besar untuk mempermudah distribusi energi ke pelosok. Jika jalur darat bisa ditembus, maka biaya logistik akan lebih murah sehingga harga dapat lebih stabil. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *