Pengusaha Apresiasi Kembalinya Status Internasional Bandara Juwata, Usulkan Rute Tarakan–Guangzhou

benuanta.co.id, TARAKAN – Kembalinya Bandara Juwata Tarakan berstatus internasional mendapat apresiasi dari kalangan pelaku usaha. Mereka menilai, status ini membuka peluang besar untuk mendorong pariwisata dan ekspor hasil laut Kalimantan Utara.

Tak hanya itu, usulan pembukaan rute penerbangan langsung Tarakan–Guangzhou, Cina, juga mengemuka sebagai langkah strategis untuk mempercepat pertumbuhan ekonomi daerah.

Ketua Dewan Pimpinan Provinsi (DPP) Apindo Kalimantan Utara, Peter Setiawan, menilai beroperasinya Bandara Juwata Tarakan sebagai bandara internasional dapat membuka peluang besar, baik bagi sektor wisata maupun ekspor hasil perikanan.

Ia mengatakan, potensi itu harus segera ditindaklanjuti dengan kerja sama lintas sektor. Peter menyampaikan, dukungan atas pembukaan rute internasional juga datang dari kalangan pengusaha Malaysia.

Baca Juga :  Dorong Daya Saing UMKM, Pemprov Kaltara Tekankan Perlindungan HKI

“Saya mendapat WhatsApp dari teman-teman di Tawau, mereka berterima kasih karena bandara ini dibuka secara internasional,” katanya, Senin (15/9/2025).

Peter menyoroti peluang masuknya penerbangan langsung dari Tiongkok, khususnya dari Guangzhou. Ia mencontohkan daerah Tawau yang dalam sehari mendapatkan 1.000 pelancong yang masuk Ia berharap agar hal Kalimantan Utara juga bisa seperti itu.

“Bayangkan kalau setiap hari ada 1.000 orang masuk ke Tarakan, itu bisa memutar ekonomi hingga Rp10 miliar. Hotel bisa penuh, UMKM hidup, dan perputaran uang di Kaltara makin baik ,” terangnya.

Namun, ia juga mengingatkan pentingnya melibatkan pelaku usaha lokal, khususnya di sektor perikanan. Peter mengatakan selama ini belum ada diskusi antara investor dengan pelaku pasar, seperti penjual kepiting atau udang. Padahal pemain dari Cina sering membeli kepiting Tarakan tapi langsung dibawa ke Tawau.

Baca Juga :  Aktivasi IKD di Kaltara Masih Rendah, Pemprov Siapkan Surat Edaran

“Diskusi bersama akan memperkuat posisi Kaltara sebagai pusat perdagangan laut,” imbuhnya.

Peter menambahkan, ekspor langsung melalui bandara bisa lebih efisien dibanding jalur laut. Ia juga menyarankan agar pengusaha Cina diundang ke Tarakan dan kita buat forum diskusi agar cargo bisa jalan langsung ke Cina.

“Itu lebih murah dan gampang ketimbang lewat laut. Kepiting-kepiting kita selama ini dikirim ke Tawau, lalu negara tujuan mengira itu kepiting dari Malaysia, padahal asli dari Indonesia,” ungkapnya.

Baca Juga :  Tekanan Fiskal, Kaltara Ubah Strategi Pembangunan

Menanggapi hal tersebut, Kepala Dinas Perhubungan (Dishub) Kaltara, H. Idham Chalid, menyatakan pihaknya siap menindaklanjuti saran pengusaha. “Kami akan membuat pertemuan lanjutan untuk membicarakan secara teknis. Nanti kita undang OPD terkait seperti Dinas Perdagangan dan Dinas Kelautan dan Perikanan,” jelasnya.

Menurut Idham, sektor marine product seperti udang, kepiting, bandeng, dan rumput laut memiliki nilai ekonomi besar. Selama ini ekspor lewat laut dari Tarakan harus singgah ke Balikpapan lalu ke Surabaya.

“Kalau nanti bisa langsung ekspor dari Tarakan menggunakan kargo udara, tentu akan memangkas biaya operasional,” tandasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *