BPS Catat Pertumbuhan Ekonomi di Tarakan Naik 5 Persen, Didominasi Sektor Jasa

benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan merilis data pertumbuhan ekonomi triwulan II-2025. Berdasarkan laporan tersebut, PDRB atas dasar harga konstan mencapai Rp7,07 triliun, sementara atas dasar harga berlaku tercatat Rp14,86 triliun.

Kepala BPS Kota Tarakan, Umar Riyadi, SST, M.Si., menyampaikan ekonomi Tarakan tumbuh sebesar 5,00 persen dibandingkan periode yang sama tahun lalu. Pertumbuhan ekonomi ini juga mengalami kenaikan jika dibandingkan dengan triwulan sebelumnya atau quarter-to-quarter (q-to-q), meskipun laju kenaikannya relatif terbatas yakni hanya 2,76 persen.

Berdasarkan data, sektor tersier menjadi penyumbang pertumbuhan tertinggi dengan laju 3,46 persen, sedangkan sektor sekunder dan sektor primer masing-masing hanya tumbuh 1,77 persen dan 1,72 persen. Umar menegaskan sektor jasa masih menjadi motor utama ekonomi kota.

“Dari sisi produksi, pertumbuhan tertinggi dicapai sektor tersier,” jelasnya.

Baca Juga :  Jaga Tradisi Kue Keranjang Imlek di Tarakan ala Nenek Joanie

Jika dibandingkan periode yang sama tahun lalu atau year-on-year (y-on-y), perekonomian Tarakan juga tumbuh 5,00 persen. Pertumbuhan ini kembali didorong dominasi sektor jasa yang mencatat laju pertumbuhan 7,33 persen. Sementara itu, sektor sekunder hanya mencatatkan kenaikan 2,25 persen, dan sektor primer tumbuh tipis 1,01 persen.

Umar menjelaskan ketimpangan ini mengindikasikan Tarakan semakin bergantung pada sektor jasa seperti perdagangan, transportasi, dan jasa layanan lainnya. “Sektor tersier tumbuh paling tinggi, yaitu 7,33 persen,” ujarnya.

Secara kumulatif, pertumbuhan ekonomi semester I-2025 juga mencapai 5,01 persen dibandingkan periode yang sama tahun sebelumnya. Namun, pertumbuhan ini sebagian besar ditopang oleh sektor jasa yang tumbuh 7,61 persen.

Sementara itu, sektor sekunder hanya naik 2,47 persen dan sektor primer justru mengalami kontraksi minus 0,14 persen. Menurut Umar, hal ini menunjukkan melemahnya produktivitas di bidang pertanian, perikanan, dan pertambangan.

Baca Juga :  Cegah Konflik Lahan, Menhut Dorong Percepatan Sertifikasi Tambak Petani di Desa Liagu

“Sektor jasa masih menjadi penyumbang terbesar, sedangkan sektor primer terkontraksi,” katanya.

Dari sisi pengeluaran, konsumsi rumah tangga menjadi satu-satunya komponen yang tumbuh positif, yaitu 5,20 persen. Sebaliknya, konsumsi pemerintah dan pembentukan modal tetap bruto (PMTB) justru mencatatkan penurunan. Data BPS menunjukkan konsumsi pemerintah anjlok hingga 11,31 persen, sedangkan PMTB yang mencerminkan investasi turun 1,12 persen.

Umar menekankan lemahnya belanja pemerintah dan investasi ini dapat menjadi hambatan bagi laju pertumbuhan ke depan. “Konsumsi akhir pemerintah turun tajam, sementara investasi juga mengalami kontraksi,” ujarnya.

Struktur ekonomi Tarakan kini didominasi sektor jasa dengan porsi mencapai 61,26 persen, jauh di atas sektor sekunder yang hanya 25,17 persen dan sektor primer 13,57 persen. Sektor tersier meliputi perdagangan, transportasi, akomodasi, komunikasi, jasa keuangan, pendidikan, kesehatan, dan berbagai layanan lainnya. Sedangkan sektor sekunder terdiri dari industri pengolahan, listrik dan gas, pengelolaan air dan limbah, serta konstruksi.

Baca Juga :  Tokoh Agama dan Ormas Deklarasikan Kamtibmas Selama Ramadan di Tarakan

“Pergeseran ini menunjukkan pertumbuhan sektor jasa yang pesat, namun sektor produksi juga harus diperkuat.”

Dorongan investasi dan peningkatan belanja produktif pemerintah sangat diperlukan agar pertumbuhan lebih merata dan berkelanjutan. Ia berharap berbagai pihak dapat bekerja sama untuk memperluas basis ekonomi dan memperkuat sektor produksi.

“Pertumbuhan ekonomi Tarakan bisa terus terjaga jika semua pihak memberikan dukungan nyata,” pungkasnya. (*)

Reporter: Eko Saputra

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *