benuanta.co.id, TARAKAN – Rumah singgah gratis milik Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. Jusuf SK Tarakan menjadi tumpuan pasien luar daerah yang harus menjalani pengobatan rutin. Namun, fasilitas yang hanya memiliki tujuh kamar ini selalu penuh sehingga rumah sakit berupaya mencari alternatif tambahan.
Plt Direktur RSUD dr. Jusuf SK, dr. Budy Azis, menyampaikan rumah singgah yang berada di samping rumah sakit tersebut dibangun dengan dukungan Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara (Kaltara). Semua fasilitasnya gratis untuk pasien dan keluarga yang mendampingi.
“Rumah singgah kita gratis dan tidak bayar. Semua fasilitas sudah disiapkan oleh rumah sakit melalui pemerintah provinsi. Tapi karena jumlahnya hanya tujuh kamar, sehingga selalu penuh. Itu memang salah satu kendala kita,” jelasnya, Kamis (11/9/2025).
Meski demikian, pihak rumah sakit tidak berhenti mencari solusi. Menurutnya, penambahan rumah singgah sangat dibutuhkan karena pasien dari luar Tarakan cukup banyak, terutama pasien hemodialisis (HD) atau cuci darah.
Pasien jenis ini biasanya harus menjalani tindakan hingga tiga kali dalam seminggu, sehingga mereka membutuhkan tempat tinggal sementara selama berobat.
“Kalau seminggu tiga kali cuci darah, otomatis mereka hampir penuh waktunya di rumah singgah. Kita layani kurang lebih 80 pasien HD setiap hari, dan itu jalan 24 jam,” terangnya.
Pasien HD di Tarakan bukan hanya berasal dari kota ini. Banyak yang datang dari Tanjung Selor, Nunukan, Malinau, dan Kabupaten Tana Tidung. Beberapa daerah memang sudah memiliki fasilitas HD, namun jumlah tempat tidurnya terbatas sehingga pasien akhirnya dirujuk ke RSUD dr. Jusuf SK.
Untuk menambah kapasitas rumah singgah, pihak rumah sakit sudah mencoba mencari rumah kontrakan di sekitar RSUD. Namun, ketersediaannya tidak ada. “Kita cari rumah lagi yang mau dikontrakkan, tapi sudah tidak ada rumah dekat-dekat sini. Kalau jauh, kasihan juga pasien,” ucapnya.
Sebagai alternatif, rumah sakit mempertimbangkan memanfaatkan bangunan yang tidak terpakai, seperti bekas ruang perawat, rumah dokter, atau bahkan ruang bekas perawatan pasien untuk dijadikan rumah singgah tambahan.
“Kami sudah rapatkan, apakah nanti akan buka di ruang bekas Tulip, atau ada ruang baru yang bisa dimanfaatkan. Kalau melihat jumlah pasien dari luar, kita masih butuh 2 sampai 3 rumah singgah lagi,” tuturnya.
Ia menegaskan, kebutuhan rumah singgah menjadi salah satu perhatian serius manajemen RSUD dr. Jusuf SK, mengingat antusiasme masyarakat yang cukup tinggi memanfaatkan fasilitas ini. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Yogi Wibawa







