Imigrasi Tarakan Terbitkan 5.082 Paspor, Didominasi Perjalanan ke Malaysia

benuanta.co.id, TARAKAN – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Tarakan mencatat sebanyak 5.082 paspor telah diterbitkan sepanjang periode Januari hingga September 2025. Dari jumlah tersebut, 2.723 paspor merupakan non elektronik dan 2.359 paspor elektronik.

Kasubsi Penindakan Keimigrasian Imigrasi Tarakan, Eko Prasetyo Wahyu Wibowo, menyebutkan mayoritas permohonan paspor digunakan untuk perjalanan ke Malaysia. Sebagian lainnya dipergunakan untuk keberangkatan haji dan umrah, serta wisata religi kaum Nasrani ke Eropa.

Ia menjelaskan, mekanisme pengajuan paspor dapat dilakukan melalui aplikasi M-Paspor. Sementara bagi lansia, kelompok rentan, dan penyandang disabilitas, tersedia layanan walk in langsung di kantor. Bagi masyarakat yang membutuhkan layanan cepat, pihaknya menyediakan fasilitas percepatan atau one day service dengan PNBP Rp1 juta di luar biaya PNBP blanko paspor.

Baca Juga :  Tim Gabungan Sidak Beras di Tanjung Selor, Temukan Harga di Atas HET dan Label Tak Sesuai

Selain itu, ada juga layanan berbasis komunitas yakni Eazy Passport yang dapat dilaksanakan di luar kantor imigrasi. Imigrasi Tarakan pun mengoperasikan Lapak Ikan atau Layanan Paspor Keliling yang hadir di Mal Pelayanan Publik (MPP) Kabupaten Bulungan, Kabupaten Tana Tidung (KTT), dan Kabupaten Malinau.

Untuk biaya resmi, PNBP paspor biasa elektronik dengan masa berlaku lima tahun ditetapkan sebesar Rp650 ribu, sedangkan paspor elektronik dengan masa berlaku sepuluh tahun sebesar Rp950 ribu.

Baca Juga :  IKA PMII Kaltara Dilantik, Pengurus Diminta Berkolaborasi Membangun Daerah

Menurutnya, akses transportasi menuju Kantor Imigrasi Tarakan masih menjadi kendala tersendiri bagi masyarakat dari luar daerah. Hal ini lantaran perjalanan hanya bisa ditempuh menggunakan moda transportasi laut, sehingga membutuhkan upaya lebih, termasuk biaya tambahan untuk menginap.

Kondisi tersebut memunculkan keinginan masyarakat agar pelayanan paspor tersedia di wilayah mereka.

“Hal itu sudah kami tindaklanjuti dengan menghadirkan kegiatan Eazy Passport dan Lapak Ikan di Bulungan, KTT, maupun Malinau. Dengan begitu, masyarakat tak perlu lagi menempuh perjalanan jauh ke Tarakan,” ungkapnya, Selasa (13/9/2025).

Baca Juga :  Kunjungi Mangrove Kaltara, Menhut Tekankan Urgensi Mangrove untuk Kehidupan

Tak hanya itu, Kantor Imigrasi Tarakan juga memiliki layanan inovasi yang dinamakan “Jempol Ramah” atau Jemput Bola Ramah HAM. Layanan ini didesain untuk meningkatkan kualitas pelayanan publik, khususnya bagi kelompok masyarakat yang membutuhkan perhatian khusus.

“Program ini kami peruntukkan bagi penyandang disabilitas, lansia, masyarakat dalam keadaan sakit atau darurat, serta ibu hamil,” tambahnya.

Melalui berbagai program tersebut, Kantor Imigrasi Tarakan berupaya menghadirkan pelayanan yang merata, mudah diakses, serta lebih ramah bagi masyarakat di seluruh wilayah Kalimantan Utara. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *