KRI Bima Suci Sandar di Tarakan, Emban Misi Diplomasi Maritim Indonesia

benunata.co.id, TARAKAN – KRI Bima Suci-945, kapal latih layar kebanggaan TNI Angkatan Laut, akhirnya bersandar di Dermaga TNI AL Kodaeral XIII, Mamburungan, Kota Tarakan, Sabtu (13/9/2025). Kehadiran kapal ini merupakan bagian dari Pelayaran Muhibah Duta Bangsa dan Latihan Praktek (Lattek) Kartika Jala Krida 2025 Taruna Akademi Angkatan Laut (AAL) Angkatan ke-72.

KRI Bima Suci membawa sebanyak 97 Taruna AAL Angkatan ke-72 yang sedang melaksanakan Lattek Kartika Jala Krida. Mereka telah berlayar dari Surabaya dan menyinggahi pelabuhan strategis dalam negeri seperti Jakarta, Padang, Tarakan, hingga Makassar.

Pelayaran ini tidak hanya menjadi wahana latihan, tetapi juga misi diplomasi maritim. KRI Bima Suci mengemban misi diplomasi Angkatan Laut untuk mempererat hubungan dengan negara-negara sahabat.

“Untuk rute luar negeri, kami singgah di Penang Malaysia, Thailand, hingga Brunei Darussalam,” kata Komandan Satuan Tugas Muhibah Diplomasi KJK 2025, Letkol Laut (P) Sugeng Hariyanto, Sabtu (13/9/2025).

Berdasarkan data resmi rute yang dipublikasikan di atas kapal, perjalanan ini menempuh jarak total 6.895 nautical mile (NM) dengan lama pelayaran 60 hari. “Pada etape kali ini kami juga on board bersama Taruna dan perwira pendamping dari 21 negara sahabat,” terangnya.

Baca Juga :  Kaltara Prioritaskan Infrastruktur di Tengah Minim Proyek Besar

Adapun rute pelayaran dimulai dari Surabaya. Kapal berangkat pada 4 Agustus 2025 (ETD) setelah persiapan awal. Pelayaran kemudian berlanjut ke Jakarta dengan jadwal singgah pada 6 Agustus (ETA) dan meninggalkan pelabuhan pada 8 Agustus 2025 (ETD).

Perjalanan kemudian dilanjutkan menuju Padang, dengan kedatangan pada 10 Agustus (ETA) dan keberangkatan pada 12 Agustus 2025 (ETD). Setelah itu, KRI Bima Suci berlayar menuju luar negeri untuk pertama kalinya di etape ini, yaitu Penang, Malaysia, yang dijadwalkan tiba pada 17 Agustus (ETA) dan berangkat kembali pada 20 Agustus 2025 (ETD).

“Pelabuhan internasional yang disinggahi adalah titik-titik strategis diplomasi maritim Indonesia,” jelasnya.

Selanjutnya, kapal singgah di Sattahip, Thailand, pada 27 Agustus (ETA) dan berangkat pada 30 Agustus 2025 (ETD). Dari sana, KRI Bima Suci berlayar ke Brunei Darussalam, dengan kedatangan pada 5 September (ETA) dan meninggalkan pelabuhan pada 8 September 2025 (ETD).

“Kami memperkuat hubungan persahabatan dengan negara-negara ASEAN melalui pelayaran ini,” tambahnya.

Baca Juga :  Koperasi Kaltara: Partisipasi Perempuan Terpusat di Beberapa Daerah

Etape berikutnya adalah Tarakan, Kalimantan Utara, dengan jadwal tiba pada 10 September (ETA) dan bertolak kembali pada 13 September 2025 (ETD). Kota Tarakan dipilih sebagai salah satu lokasi penting karena posisinya strategis di jalur laut internasional.

“Kami merasa bangga atas antusiasme dan sambutan yang diberikan kepada kami,” ucapnya.

Setelah dari Tarakan, pelayaran dilanjutkan ke Makassar, Sulawesi Selatan, dengan kedatangan pada 17 September (ETA) dan keberangkatan pada 20 September 2025 (ETD). Makassar menjadi etape terakhir sebelum kapal kembali ke Surabaya.

“Etape di dalam negeri memberi kesempatan masyarakat luas untuk mengenal lebih dekat KRI Bima Suci,” terangnya.

Kapal dijadwalkan menutup rangkaian perjalanan dengan kembali bersandar di Surabaya pada 24 September 2025 (ETA). Total seluruh etape pelayaran ini mencakup 8 pelabuhan singgah baik dalam negeri maupun luar negeri.

“Selain membawa 97 Taruna AAL Angkatan ke-72, kami juga on board bersama perwakilan Taruna dan perwira pendamping dari 21 negara sahabat,” ujarnya.

Pelayaran ini juga mendukung kegiatan ASEAN Plus Cadet Sail 2025 sebagai bagian dari diplomasi pertahanan maritim Indonesia. Dengan mengibarkan bendera Merah Putih di berbagai pelabuhan strategis, KRI Bima Suci tidak hanya menjadi wahana latihan, tetapi juga simbol kejayaan maritim Nusantara.

Baca Juga :  Akses Listrik di Pedalaman Kaltara Dipercepat, 10 Desa Selesai Disurvei

Sementara itu, Komandan Komando Daerah Angkatan Laut (Kodaeral) XIII, Laksamana Muda TNI Phundi Rusbandi, menyampaikan ucapan selamat datang bagi seluruh peserta pelayaran.

“Saya selaku Komandan Kodaeral XIII mengucapkan selamat datang kepada Satgas Kartika Jala Krida Taruna Angkatan ke-72 di Bumi Paguntaka, Kota Tarakan,” tuturnya.

Phundi menekankan pentingnya etape Tarakan dalam rangkaian pelayaran ini. “Tarakan merupakan bagian penting dari etape Muhibah Diplomasi Duta Bangsa sekaligus tempat pelaksanaan latihan praktek pelayaran Kartika Jala Krida tahun 2025,” tegasnya.

Ia juga menyampaikan apresiasi atas semangat para Taruna. Pundhi menyampaikan rasa bangga kepada seluruh Satgas yang telah menempuh pelayaran panjang dengan dedikasi luar biasa.

“Kehadiran KRI Bima Suci di Tarakan bukan kali pertama, dan masyarakat selalu menunjukkan antusiasme tinggi,” tutupnya. (*)

Reporter: Eko Saputra

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *