benuanta.co.id, TARAKAN – Antrean panjang pasien poliklinik masih menjadi masalah utama di RSUD H. Jusuf SK Tarakan. Jumlah pasien yang datang bisa mencapai 500 hingga 600 orang per hari, bahkan bias membludak setelah libur panjang.
Plt Direktur RSUD H. Jusuf SK, dr. Budy Azis mengatakan antrean sulit dihindari karena banyaknya pasien yang datang bersamaan setelah libur.
“Apalagi kalau sudah libur. Misalnya libur Maulid, Jumat, Sabtu, Minggu. Itu Senin pasti akan ada penumpukan pasien,” ujarnya.
Ia menjelaskan, antrean juga dipicu kebiasaan pasien yang datang tidak sesuai dengan nomor antreannya. Padahal, layanan pendaftaran online sudah tersedia agar pasien bisa datang sesuai jadwal.
“Misalnya pasien antrean nomor 50, jangan datang jam tujuh. Tapi datang jam sepuluh atau jam sebelas. Kalau nomornya seratusan, jangan datang jam tujuh. Nah, ini yang menjadi kendala kita,” jelasnya.
Kebiasaan keluarga pasien yang menitipkan sejak pagi juga membuat antrean semakin panjang. Menurutnya, pasien jadi terpaksa menunggu berjam-jam padahal dokter belum siap melayani.
“Kadang pasien dititip jam tujuh pagi, padahal nomornya masih lima puluh. Anak atau keluarganya pergi absen di kantor, baru datang lagi. Jadi pasien kasihan menunggu dari pagi, padahal dokternya juga masih periksa ruangan di lantai atas,” ungkapnya.
Sebagai upaya mempercepat layanan, RSUD juga menambah anjungan pasien mandiri dari dua menjadi lima unit agar proses verifikasi pasien yang sudah daftar online bisa lebih cepat.
“Kalau sudah daftar online, tinggal di-scan barcode-nya, pasang sidik jari sesuai ketentuan BPJS. Kalau sidik jari tidak bisa, nanti difoto,” terangnya.
Ia menegaskan, persoalan antrean masih menjadi pekerjaan rumah besar bagi rumah sakit. Pihaknya akan terus membenahi sistem agar pasien tidak menunggu terlalu lama. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Yogi Wibawa







