benuanta.co.id, TARAKAN – Kisruh penyesuaian abonemen PDAM Tarakan terus memantik sejumlah reaksi publik. Kondisi inipun menuai pro dan kontra di kalangan masyarakat.
Seperti baru-baru ini, Ketua Bidang Politik, Ideologi dan Wawasan Kebangsaan DPD KNPI Tarakan, Nizam menyayangkan pernyataan dari tokoh Pemerhati Masyarakat Tarakan yang menuduh opini KNPI Kota Tarakan terkait maladministrasi PDAM Tirta Alam Tarakan menyesatkan.
Kata dia, alih-alih menyajikan bantahan faktual dan data konkret yang valid, respons ini hanya menyajikan retorika emosional yang bertele-tele.
Nizam melanjutkan, pernyataan yang dilontarkan oleh Pemerhati Masyarakat Tarakan ini tak menguraikan secara spesifik poin-poin dari opini KNPI yang terbit di sejumlah media online.
“Ironisnya alih-alih berfokus pada substansi masalah, respons ini justru mengalihkan perhatian dengan narasi ad hominem atau menyerang pribadi atau lembaga, bukan argumennya. Saran untuk Tabayyun dan introspeksi diri serta tuduhan bahwa KNPI juga memiliki banyak masalah adalah upaya untuk mendiskreditkan KNPI sebagai pembawa pesan dan fungsi kontrol terhadap kebijakan pemerintahan,” ujar Nizam, Jumat (12/9/2025).
Nizam menambahkan, pertanyaan terbesarnya adalah adanya klaim bahwa PDAM sebagai Perumda yang paling sehat tanpa menyertakan metode penilaian dan data pendukung merupakan pernyataan yang mudah terbantahkan.
“Jika memang ada kenaikan tarif abonemen itu tidak membebani masyarakat mengapa masih ada banyak keluhan dari masyarakat,” tandasnya. (*)
Editor: Yogi Wibawa







