benuanta.co.id, BULUNGAN – Pemerintah Provinsi (Pemprov) Kalimantan Utara melalui Biro Kesejahteraan Rakyat (Kesra) saat ini tengah mempersiapkan proses validasi proposal usulan Beasiswa Kaltara Unggul tahun 2025.
Kepala Biro Kesra Setprov Kaltara, Muh Rosyid, menegaskan bahwa validasi tahun ini akan dilakukan lebih ketat. Salah satunya dengan langsung melakukan pengecekan ke universitas atau perguruan tinggi guna memastikan status mahasiswa penerima.
“Tujuan utama dari validasi ini adalah memastikan mahasiswa benar-benar masih aktif kuliah. Hal ini untuk mencegah kejadian serupa tahun 2023 lalu,” jelas Rosyid, Kamis (11/9/2025).
Ia mengungkapkan, pada 2023 Pemprov Kaltara harus mengembalikan anggaran sekitar Rp36 juta. Pasalnya, terdapat sejumlah mahasiswa yang memiliki surat keterangan aktif kuliah, namun setelah dicek ke perguruan tinggi yang bersangkutan, ternyata sudah tidak lagi terdaftar sebagai mahasiswa.
“Bahkan ada yang sudah lulus, tapi masih menggunakan surat keterangan aktif kuliah. Hal ini terungkap saat dilakukan pemeriksaan oleh Badan Pemeriksa Keuangan (BPK),” ujarnya.
Berkaca dari pengalaman tersebut, Pemprov Kaltara kini memperketat setiap proses validasi agar penyaluran beasiswa benar-benar tepat sasaran.
“Begitu validasi selesai, baru kami tetapkan untuk pencairan, yang akan langsung disalurkan ke rekening masing-masing penerima,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ikke
Editor: Yogi Wibawa







