TEPAT pada 3 September 2025, Benuanta Grup menapaki usia ke-7 dengan catatan sebagai media lokal terbesar di Kalimantan Utara yang konsisten menghadirkan berita akurat, faktual dan bermanfaat.
Tahun ini ‘Bersama Satu Tujuan’ menjadi motivasi bagi Benuanta Grup untuk terus menyatukan visi misi perusahaan dalam berbagai tantangan digitalisasi media masa kini. Di tengah gempuran menjamurnya perusahaan media, Benuanta Grup tetap kokoh berdiri untuk menyajikan bacaan bagi masyarakat Kalimantan Utara.
Perjalanan 7 tahun Benuanta Grup mendapat kesan tersendiri dari berbagai khalayak. Baik dari kalangan pemerintahan, tokoh masyarakat/adat dan juga para akademisi.
WADAH LITERASI YANG SEHAT
Gubernur Kalimantan Utara, Dr. Zainal Arifin Paliwang, S.H., M.Hum., menyampaikan ucapan selamat atas bertambahnya umur media Benuanta ke 7 tahun. Menurutnya, momentum ini menjadi pengingat pentingnya peran media dalam mendukung pembangunan daerah.
“Semoga Media Benuanta selanjutnya menjadi sumber informasi yang terpercaya, inspiratif, dan berkontribusi positif dalam membangun kesadaran masyarakat, serta mendukung kemajuan daerah,” ucapnya.
Gubernur menekankan keberadaan media lokal memiliki arti strategis dalam menyampaikan informasi yang akurat kepada masyarakat. Dirinya berharap media Benuanta terus menjadi wadah literasi publik yang sehat.
Menurutnya, media turut berperan sebagai mitra pemerintah daerah dalam menyampaikan program pembangunan agar lebih mudah dipahami masyarakat. Dengan demikian, sinergi pemerintah dan media dapat menghasilkan kemajuan bersama.
Tidak hanya sebagai penyampai informasi, media juga diharapkan mampu menjadi inspirasi dan penggerak semangat positif, khususnya bagi generasi muda Kaltara. Hal ini menjadi apresiasi sekaligus menaruh harapan besar pada media lokal dalam mendukung perjalanan pembangunan Kalimantan Utara yang masih muda namun penuh potensi.
Komentar lain datang dari Ketua Dewan Pimpinan Wilayah (DPW) Persekutuan Suku Asli Kalimantan, Kalimantan Utara (Kaltara), Agus Toni yang menyampaikan testimoni sekaligus harapannya.
Ia menilai selama tujuh tahun hadir di tengah masyarakat, Benuanta telah membuktikan diri sebagai media yang mampu memberi warna positif dalam dunia informasi. Menurutnya, konsistensi itu terlihat dari pemberitaan yang tidak hanya mengabarkan peristiwa secara aktual, tetapi juga memberi manfaat nyata bagi pembacanya.
“Benuanta merupakan media yang selama ini memberikan berita-berita yang baik dan sangat bermanfaat untuk masyarakat,” jelasnya.
BERPACU PADA SOP JURNALISTIK
Ia kemudian membandingkan posisi Benuanta dengan media sosial yang sering kali menjadi sumber informasi masyarakat. Menurutnya, di media sosial, banyak berita hanya berupa kabar sepihak yang tidak bisa dipertanggungjawabkan kebenarannya. Berbeda dengan Benuanta yang selalu menampilkan berita berdasarkan fakta, validasi, dan sumber yang jelas.
“Kalau kita berkaca pada media-media biasa seperti di sosial media, itu kan hanya katanya-katanya saja. Tidak ada yang menjamin validasinya. Tapi kalau Benuanta, itu sudah pasti karena divalidasi langsung oleh narasumber,” ungkapnya.
Lebih lanjut, ia menilai Benuanta selalu menunjukkan profesionalisme dalam setiap proses jurnalistiknya. Setiap berita yang di-publish menurutnya, telah melalui wawancara langsung dengan pihak berkompeten dan kajian mendalam terkait isu yang diberitakan. Hal ini membuat berita Benuanta berbeda dengan informasi yang beredar tanpa dasar.
“Sebelum terbit, pasti sudah ada proses wawancara dan kajian bersama narasumber terkait isu yang diberitakan,” lanjutnya.
Selain menekankan profesionalisme, Agus Toni juga menilai kehadiran media Benuanta membawa pengaruh positif bagi masyarakat Kaltara. Ia menyebut media ini telah membantu masyarakat untuk memilah dan memahami mana informasi yang valid dan mana yang sekadar opini liar.
“Benuanta selalu hadir menyampaikan pemberitaan berimbang yang bermanfaat,” tuturnya.
Selain itu, Agus Toni juga memberikan masukan agar media ini lebih sering mengangkat potensi budaya Kaltara. Menurutnya, pemberitaan budaya akan semakin memperkaya konten sekaligus memperkenalkan jati diri Kaltara ke dunia luar.
“Masukannya, mungkin Benuanta bisa lebih mempromosikan berita-berita tentang budaya Kaltara, sehingga budaya kita bisa lebih dikenal luas,” terangnya.
Ia menilai langkah itu akan memberi dampak besar, bukan hanya bagi masyarakat lokal tetapi juga bagi orang luar daerah. Melalui pemberitaan budaya, masyarakat luar dapat mengenal Kaltara lebih baik bahkan sebelum mereka berkunjung.
“Ketika orang luar masuk, mereka sudah mengenal Kaltara. Jadi Kaltara bisa lebih luas dikenal,” imbuhnya.
Di akhir, Agus Toni menekankan pentingnya konsistensi agar Benuanta tetap menjadi media yang kredibel dan bermanfaat. Menurutnya, usia tujuh tahun adalah momentum penting untuk memperkuat identitas sekaligus memperluas peran sebagai media rujukan.
“Harapan saya, ke depan Benuanta bisa terus memberikan informasi yang akurat, membangun, dan membawa manfaat besar bagi masyarakat,” ujarnya.

Komentar lainnya datang dari Ketua Ikatan Cendekiawan Muslim Indonesia (ICMI) Kalimantan Utara, dr. Ihya Ulumuddin Rahawarin, yang menilai Benuanta telah tumbuh menjadi media yang konsisten memberikan informasi aktual, berimbang, dan bermanfaat bagi masyarakat daerah.
Dalam testimoninya, dr. Ihya menyampaikan usia tujuh tahun merupakan capaian yang patut diapresiasi, terlebih bagi media lokal yang harus berhadapan dengan tantangan era digital. Ia menilai Benuanta berhasil membuktikan diri sebagai media yang mampu menjaga konsistensi pemberitaan.
“Pertama-tama, saya atas nama Pemuda ICMI Kaltara mengucapkan selamat milad yang ke-7 untuk Media Benuanta. Tujuh tahun bukanlah waktu yang singkat, dan kami melihat Benuanta telah tumbuh menjadi salah satu media yang konsisten menghadirkan informasi aktual dan berimbang,” ucapnya, Selasa (2/9/2025).
Lebih lanjut, ia menegaskan keberadaan Benuanta telah menjadi jembatan penting antara masyarakat dengan informasi daerah yang relevan. Menurutnya, gaya pemberitaan yang segar, mudah diakses, dan tetap menjaga prinsip keberimbangan menjadikan media ini berbeda dengan yang lain.
“Sejauh ini, Benuanta hadir sebagai media yang mampu menjembatani kebutuhan informasi masyarakat, menghadirkan berita daerah dengan gaya yang segar dan mudah diakses,” jelasnya.
Bagi kalangan pemuda cendekiawan muslim, dr. Ihya menilai Benuanta telah memberi peran lebih dari sekadar penyampai berita. Ia menekankan keberadaan media ini berkontribusi pada penguatan literasi publik, memperkaya wawasan masyarakat, serta menghadirkan referensi lokal yang kredibel.
“Bagi kami para pemuda cendekiawan muslim, keberadaan Benuanta penting karena memberi ruang edukasi publik dan memperkuat literasi informasi,” tuturnya.
Dalam kesempatan itu, ia juga menyampaikan harapan agar Benuanta semakin kokoh di masa mendatang. Menurutnya, kecepatan dalam menyajikan informasi harus dibarengi dengan peran sebagai pilar edukasi dan pencerahan bagi masyarakat luas.
“Kami berharap Benuanta ke depan semakin kokoh sebagai media yang tidak hanya cepat, tetapi juga menjadi pilar edukasi dan pencerahan bagi masyarakat,” katanya.
dr. Ihya menambahkan perkembangan digital yang begitu pesat menuntut media untuk tampil sebagai teladan dalam penyajian berita. Ia mendorong agar Benuanta mengambil peran sebagai media yang mampu menghadirkan konten menyejukkan, mencerahkan, sekaligus menginspirasi masyarakat.
“Dengan perkembangan digital yang pesat, Benuanta bisa menjadi teladan dalam menyajikan berita yang menyejukkan, mencerahkan, dan memberi inspirasi,” tambahnya.
dr. Ihya juga tidak lupa memberikan kritik dan saran. Ia menilai setiap media selalu punya ruang untuk berbenah, termasuk Benuanta. Ia berharap agar penguatan jurnalisme data, peningkatan kualitas investigasi, dan keterlibatan lebih luas dari pemuda, akademisi, serta tokoh masyarakat dapat semakin dioptimalkan.
“Kami menyarankan agar Benuanta semakin memperkuat jurnalisme data, meningkatkan kualitas investigasi, serta memberi ruang lebih luas untuk suara pemuda dan akademisi,” ujarnya.
Menurut dr. Ihya, langkah tersebut akan membawa Benuanta ke tingkat yang lebih tinggi, tidak hanya sekadar sebagai penyampai kabar, tetapi juga sebagai penunjuk arah bagi kemajuan daerah. Ia menyebut media punya peran strategis untuk membangun kesadaran kolektif masyarakat melalui berita yang bermakna.
“Dengan begitu, Benuanta bukan hanya ‘pemberi kabar’, tetapi juga menjadi ‘pemberi arah’ bagi kemajuan daerah,” tegasnya.
Sebagai penutup, dr. Ihya kembali menyampaikan doa dan harapannya agar Benuanta selalu diberkahi dalam setiap langkahnya. Ia menekankan pentingnya amanah dan profesionalisme sebagai fondasi utama agar media ini tetap dipercaya publik.
“Akhirnya, sekali lagi selamat milad yang ke-7. Semoga Allah SWT senantiasa memberkahi langkah Benuanta, menjadikannya media yang amanah, profesional, dan bermanfaat bagi umat, bangsa, dan daerah,” pungkasnya.
RUJUKAN BACAAN MASYARAKAT
Akademisi Universitas Borneo Tarakan, Dr. Margiyono, S.E., M.Si., menilai media Benuanta telah memberikan warna dalam pembangunan daerah. Menurutnya, keberadaan media ini mampu mendorong terciptanya masyarakat yang lebih cerdas dan demokratis.
“Selamat ulang tahun Media Benuanta yang ke-7. Di usia ini, Benuanta telah berkiprah menuju tujuan masyarakat yang cerdas, demokratis, dan maju,” ucapnya.
Ketua Kesatuan Nelayan Tradisional Indonesia (KNTI) Kalimantan Utara, Rustan, berharap Media Benuanta terus menjadi rujukan utama masyarakat dalam memperoleh informasi yang akurat dan terpercaya.
“Selamat Hari Ulang Tahun ke-7 untuk Media Benuanta. Semoga terus menjadi media terdepan dan terfavorit di Kaltara,” singkatnya. (*)
Reporter: Sunny Celine/Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







