benuanta.co.id, BULUNGAN – Gubernur Kalimantan Utara (Kaltara), Zainal A Paliwang, memberikan klarifikasi terkait isu miring yang berkembang soal pelaksanaan seleksi terbuka (selter) Jabatan Pimpinan Tinggi (JPT) Madya Sekretaris Provinsi (Sekprov) Kaltara.
Zainal menegaskan bahwa proses seleksi berjalan transparan dan tanpa intervensi. Seluruh Panitia Seleksi (Pansel) JPT Madya Sekprov Kaltara, menurutnya, berasal dari pemerintah pusat. Bahkan, Ketua Pansel dijabat langsung oleh Sekretaris Jenderal (Sekjen) Kementerian Dalam Negeri (Kemendagri), Tomsi Tohir.
“Saya tidak pernah memerintahkan siapapun untuk menitipkan seseorang. Tidak pernah,” tegas Zainal Kamis, (4/9/2025)
Ia meminta masyarakat untuk bersama-sama menunggu hasil seleksi yang tengah berlangsung. “Mana yang terbaik, itu yang kita pilih. Yang nilainya paling tinggi, itu yang kita pilih. Jadi yang di medsos itu disebut diskriminasi, diskriminasi. Tidak ada diskriminasi,” jelasnya.
Untuk memberi gambaran, Gubernur Zainal mengibaratkan seleksi tersebut seperti proses penerimaan mahasiswa baru di perguruan tinggi. Calon peserta, kata dia, harus serius mendaftar serta memenuhi seluruh persyaratan administrasi yang sudah ditentukan.
“Kalau masih ragu dengan kelengkapan administrasi, bisa ditanyakan ke bagian penerimaan mengenai apa saja yang kurang. Harus serius. Apalagi persyaratan (selter Sekprov Kaltara) sudah jelas disampaikan dan harus diserahkan ke pansel,” ujarnya.
Gubernur dua periode itu juga menegaskan telah memberikan arahan kepada pansel agar bekerja profesional dan memilih sesuai kriteria yang berlaku.
“Intinya tidak ada intervensi untuk menitip satu atau dua nama. Saya sampaikan, siapa yang nilainya tertinggi dan terbaik, itulah yang kita pilih,” pungkasnya. (*)
Reporter: Ikke
Editor: Yogi Wibawa







