benuanta.co.id, TARAKAN – Isu pembegalan yang sempat membuat resah warga Tarakan pada Jumat (29/8/2025) akhirnya terungkap. Setelah dilakukan penyelidikan, kepolisian memastikan bahwa peristiwa tersebut bukanlah aksi kejahatan jalanan, melainkan kabar bohong atau hoaks yang disampaikan korban kepada keluarganya.
Kanit Pidum Satreskrim Polres Tarakan, IPDA Eko Susilo menjelaskan, berdasarkan hasil penelusuran dan bukti rekaman CCTV, korban tidak menjadi sasaran begal. Peristiwa yang sebenarnya terjadi adalah korban mengalami kecelakaan tunggal saat melintas di daerah Markoni.
“Di sinkronkan dengan fakta-fakta CCTV yang ada, ternyata yang bersangkutan tidak dibegal atau dicuri dengan kekerasan, namun jatuh di daerah Markoni,” ungkapnya, Jumat (29/8/2025) malam.
Menurutnya, korban sempat mendatangi kantor polisi dan membuat laporan terkait dugaan pembegalan. Namun setelah dilakukan pemeriksaan lebih lanjut, laporan tersebut akhirnya dicabut karena peristiwa sebenarnya adalah kecelakaan tunggal.
Terkait hal tersebut, korban yang diketahui bernama Muhammad Habib (27) menyampaikan permintaan maaf secara terbuka kepada masyarakat melalui video klarifikasi. Ia mengakui kesalahannya karena memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan fakta bahwa kejadian tersebut merupakan rekayasa.
“Saya Muhammad Habib, dengan kerendahan hati meminta maaf kepada masyarakat Tarakan, pihak kepolisian dan pihak yang merasa dirugikan atas kejadian hari ini Jumat 29 Agustus 2025. Saya mengakui salah karena memberikan keterangan yang tidak sesuai dengan fakta kejadian. Dimana kejadian tersebut merupakan murni kecelakaan bukan pembegalan. Tidak ada pembenaran atas tindakan saya. Kejadian ini murni merupakan kesalahan dan kekhilafan saya pribadi. Saya berjanji kejadian ini tidak akan terulang lagi kedepannya,” ucapnya.
Pihak kepolisian menegaskan, informasi yang sempat menyebut adanya pembegalan adalah tidak benar. Kendatidemikian, polisi tetap meminta masyarakat berhati-hati saat berkendara dan tidak menyebarkan informasi yang belum terverifikasi.
Isu pembegalan tersebut sempat menyebar di kalangan warga, sehingga menimbulkan keresahan. Dengan adanya klarifikasi dan pernyataan maaf dari korban, polisi berharap masyarakat tetap tenang dan lebih cermat dalam menerima informasi. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Yogi Wibawa







