benuanta.co.id TARAKAN – Dua korban dugaan keracunan minuman beralkohol (minol) masih menjalani perawatan di Rumah Sakit Umum Daerah (RSUD) dr. H. Jusuf SK Tarakan. Keduanya merupakan bagian dari empat orang yang sempat dilarikan ke rumah sakit berbeda usai insiden di Tempat Hiburan Malam (THM).
Plt Direktur RSUD dr. H. Jusuf SK, dr. Budy Azis, mengatakan sejak awal pihak rumah sakit telah melakukan penanganan semaksimal mungkin terhadap korban yang masuk. Ia menyebut, satu di antaranya bahkan sudah dilakukan pemeriksaan otopsi.
“Untuk korban yang di THM itu memang dirawat di rumah sakit kami. Penanganannya sudah kami lakukan semaksimal mungkin. Yang meninggal juga sudah dilakukan pemeriksaan otopsi pasien. Untuk penyebab kematian nanti akan dijelaskan oleh tim forensik,” jelasnya, Selasa (26/8/2025)
Dari informasi rumah sakit, terdapat tiga pasien yang pertama kali masuk ke RSUD dr. H. Jusuf SK. Sementara satu pasien lain sempat dibawa ke Rumah Sakit Umum Kota Tarakan (RSUKT). Dari tiga pasien tersebut, satu dinyatakan meninggal dunia pada Jumat malam dengan penyebab sementara diduga cardiac arrest atau henti jantung.
“Kalau dari dokter yang menjaga ya penyebab kematiannya karena cardiac arrest, henti jantung. Tapi kalau dari tim forensik, itu lain lagi. Masih menunggu hasil pemeriksaan lebih lanjut,” ungkapnya.
Budy menuturkan, kondisi pasien ketika pertama kali masuk cukup kritis dan menunjukkan gejala mirip keracunan hebat. Namun, pihak rumah sakit tidak dapat memastikan penyebab awal sebelum dilakukan tindakan medis lanjutan.
“Kalau kondisinya seperti keracunan hebat, tapi kita tidak tahu penyebab pastinya sebelum kita lakukan bilas lambung atau yang lainnya. Karena kita tidak tahu dia habis minum obat apa, minum apa, atau makan apa. Tidak ada laporan itu,” katanya.
Meski belum mengetahui penyebab pastinya, tim medis tetap melakukan penanganan darurat di Unit Gawat Darurat (UGD) sebelum pasien dipindahkan ke ruang perawatan.
“Langsung kita tangani dulu di UGD untuk pertolongan pertamanya,” tegas Budy.
Saat ini, dua pasien masih dalam perawatan intensif di RSUD dr. H. Jusuf SK. Kondisinya disebut telah jauh lebih baik dan dinyatakan melewati masa kritis. “Sudah bisa diajak berkomunikasi,” ujarnya.
Kendati demikian, pihak rumah sakit belum dapat memastikan faktor pemicu yang membuat korban mengalami kondisi tersebut. Menurut Budy, banyak hal yang bisa menyebabkan henti jantung, apalagi tanpa mengetahui riwayat kesehatan pasien sebelumnya.
“Jadi yang bisa kami lakukan hanya menangani keracunan pada umumnya,” pungkasnya. (adv)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli







