benuanta.co.id, TARAKAN – Peredaran Narkoba di kalangan pelajar kembali menjadi perhatian serius Badan Narkotika Nasional (BNN) Kota Tarakan. Dalam beberapa waktu terakhir, dua kasus yang melibatkan siswa SMA berhasil diungkap baik oleh BNN maupun kepolisian. Temuan ini menjadi sinyal bahwa penyalahgunaan narkoba mulai merambah ke dunia pendidikan.
Kepala BNN Kota Tarakan, Evon Maternik, mengatakan kasus pertama berhasil diungkap pihaknya, yakni seorang siswa kelas 3 SMA yang kedapatan mengedarkan narkoba di wilayah kota. Sementara kasus kedua, baru-baru ini ditangani oleh kepolisian, di mana seorang pelajar kelas 2 SMA mengedarkan ekstasi di salah satu tempat hiburan malam.
“Dari dua kasus ini, jelas terlihat ancaman narkoba sudah masuk ke lingkungan pelajar. Bahkan, ada informasi bahwa narkotika itu disimpan di dalam loker sekolah,” ungkapnya.
Menindaklanjuti hal tersebut, BNN Tarakan telah melakukan pertemuan dengan Cabang Dinas Pendidikan setempat. Hasilnya, dibahas sejumlah langkah strategis, salah satunya rencana razia mendadak di sekolah.
Razia tersebut difokuskan pada loker siswa yang disinyalir digunakan sebagai tempat penyimpanan barang haram tersebut.
Menurut Evon, langkah tersebut penting dilakukan untuk mencegah sekolah menjadi ruang yang rentan bagi penyalahgunaan narkoba. Ia menegaskan, razia akan berjalan efektif bila pihak sekolah ikut mendukung penuh upaya BNN. “Kita berharap sekolah bisa bekerja sama. Kalau tidak ada dukungan dari pihak sekolah, upaya ini sulit berjalan,” ujarnya.
Selain razia, BNN Tarakan juga menyiapkan langkah pencegahan lain melalui sosialisasi dan tes urine bagi siswa yang terindikasi menyalahgunakan narkoba. Sosialisasi, kata dia, menjadi langkah paling awal untuk memberikan pemahaman kepada pelajar tentang bahaya narkoba, sementara tes urine bisa menjadi instrumen deteksi dini. Ia menambahkan, praktik penyimpanan narkoba di loker sekolah harus segera diantisipasi.
“Informasinya jelas, barang itu (narkoba) disimpan di loker. Maka ke depan razia loker sekolah menjadi salah satu opsi yang bisa dilakukan bersama,” tegasnya.
BNN Tarakan juga berencana menggandeng sekolah-sekolah secara lebih masif. Langkah ini mengacu pada pengalaman di daerah lain, di mana razia mendadak di sekolah terbukti efektif mencegah peredaran narkoba di kalangan pelajar.
Lebih jauh, Evon menyebutkan, selain upaya penindakan, BNN Tarakan menempatkan pencegahan sebagai prioritas. Pihaknya tidak ingin siswa hanya disentuh dari sisi hukum, melainkan juga diberi kesempatan untuk diarahkan kembali agar tidak terjerumus lebih jauh ke dalam penyalahgunaan narkoba.
Dengan berbagai upaya tersebut, BNN Tarakan berharap ke depan tidak ada lagi kasus serupa yang melibatkan pelajar. Dunia pendidikan, tegasnya, harus benar-benar steril dari narkoba agar generasi muda tidak kehilangan masa depan hanya karena terjerat barang haram. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli







