benuanta.co.id, TARAKAN – RSUD dr. H. Jusuf SK terus berkomitmen meningkatkan kualitas pelayanan kesehatan. Tahun ini, fokus utama tetap pada layanan bedah jantung, kanker, kesehatan ibu dan anak (KIA), stroke center hingga hemodialisis (cuci darah).
Direktur RSUD Jusuf SK, dr. Budy Aziz B., Sp.PK., mengatakan penambahan mesin cuci darah menjadi prioritas. Jumlah mesin yang semula 21 unit akan ditingkatkan menjadi 40 unit agar pasien tidak lagi harus menjalani cuci darah di malam hari.
“Kami menambah mesin cuci darah supaya pasien tidak perlu lagi antre hingga malam hari. Dengan 40 mesin, pelayanan akan jauh lebih nyaman,” jelasnya, Senin (25/8/2025).
Selain itu, pihak rumah sakit juga menghadirkan unit stroke baru untuk memusatkan pelayanan pasien stroke di satu tempat. Layanan ini didukung oleh kehadiran dokter spesialis saraf yang baru saja menyelesaikan fellowship neurointervensi.
“Dokter spesialis saraf kami sudah kembali dengan keahlian neurointervensi. Jadi tindakan-tindakan intervensi penyakit saraf kini bisa ditangani di Tarakan,” ungkapnya.
dr. Budy mengatakan RSUD Jusuf SK juga melanjutkan pembukaan program bayi tabung. Layanan ini menjadi yang pertama di Kalimantan Utara. “Alhamdulillah, program bayi tabung akan segera kami jalankan. Ini sebagai bentuk komitmen kami menghadirkan fasilitas kesehatan modern bagi masyarakat,” lanjutnya.
Dari sisi digitalisasi, rumah sakit menambah Anjungan Pasien Mandiri (APM) untuk mempercepat proses pendaftaran. Pasien cukup melakukan registrasi mandiri, namun tetap dikawal petugas di jalur fast track rumah sakit. Kendati begitu, penggunaan aplikasi Mobile JKN tetap menjadi syarat awal pendaftaran.
“Kalau pasien dapat nomor antrean 30 lewat online, jangan datang jam 7 pagi. Lebih baik datang sekitar jam 11, karena pelayanan pasien mengikuti antrean yang terdaftar,” ujarnya.
Layanan bedah jantung juga menjadi prioritas. Pada September ini, operasi bedah jantung kembali dijadwalkan antara pertengahan atau akhir bulan. Bila memungkinkan, operasi ke empat akan dilaksanakan pada Desember.
“InsyaAllah tahun ini kami targetkan empat kali operasi jantung. Harapan kami tahun depan bisa mandiri tanpa pendampingan mitra dari Rumah Sakit Jantung Harapan Kita Jakarta atau Rumah Sakit Kariadi Semarang,” terangnya.
Ia menegaskan, operasi jantung di RSUD Jusuf SK dapat diakses secara gratis menggunakan BPJS Kesehatan maupun dengan asuransi swasta seperti BRI Life dan BNI Life.
“Untuk program nasional, kuota yang dilayani dua orang. Tapi tidak menutup kemungkinan kami melayani hingga empat pasien,” bebernya.
RSUD Jusuf SK juga memperkuat sistem pelayanan dengan menghadirkan Manager on Duty yang bekerja 24 jam. Layanan ini memungkinkan setiap keluhan pasien ditindaklanjuti segera.
“Pengaduan bisa dilakukan kapan saja, karena manager on duty kami standby 24 jam. Setiap keluhan harus diselesaikan maksimal dalam satu hari,” tegasnya.
Meski layanan semakin ditingkatkan, Budy mengingatkan RSUD Jusuf SK tetap mengikuti aturan Kementerian Kesehatan dan BPJS. Ada 144 jenis penyakit yang memang tidak bisa ditangani langsung di rumah sakit ini.
Pasien diminta terlebih dahulu mendapatkan rujukan dari Fasilitas Kesehatan Tingkat Pertama (FKTP) seperti puskesmas atau klinik BPJS.
“Kalau darurat, tentu pasien kami tangani dulu. Meskipun tidak ditanggung BPJS dan pembiayaannya secara umum,” tuturnya.
Ke depan, RSUD dr. H. Jusuf SK berharap dapat menjadi rumah sakit rujukan regional di Kalimantan Utara, sehingga masyarakat tidak perlu lagi berobat jauh-jauh. Pihak manajemen menargetkan seluruh layanan unggulan, termasuk bedah jantung, stroke, bayi tabung hingga onkologi, bisa dilakukan secara mandiri dengan tenaga dokter spesialis yang mumpuni.
“Harapan kami, masyarakat Tarakan hingga Kaltara pada umumnya bisa mendapat pelayanan terbaik tanpa harus dirujuk ke luar daerah. Semua bisa ditangani di sini dengan fasilitas yang memadai dan SDM yang siap,” tuntasnya. (adv)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







