benuanta.co.id, TARAKAN – Upaya pencarian terhadap nelayan asal Selumit bernama Muhammad Basri (33) yang hilang di perairan Pelabuhan Malundung, Senin (25/8/2025), belum membuahkan hasil. Hingga berakhirnya pencarian hari pertama, korban tidak ditemukan.
Kepala Kantor SAR Tarakan, Syahril melalui Kasi Ops SAR Tarakan Dede Hariana menyampaikan, pencarian dilakukan dengan menyisir radius sekitar 5 mil laut dari titik terakhir korban terlihat.
“Kita kerahkan empat armada rubberboat, masing-masing diisi tiga sampai empat personel,” ujarnya, Senin (25/8/2025).
Selain Basarnas, pencarian juga melibatkan relawan dan instansi terkait, di antaranya PMI dan Kolakar. Tim medis PMI disiagakan di posko untuk penanganan awal jika korban berhasil ditemukan. “Syukurnya hari ini cuaca cerah, jadi tidak ada kendala berarti di lapangan,” tambahnya.
Menurutnya, korban diketahui hilang saat berusaha mengamankan perahu kayunya yang terlepas dari ponton. Korban sempat melompat ke laut untuk menambatkan kembali perahu tersebut, namun diduga terseret arus deras hingga hanyut.
Ia menambahkan, berdasarkan pengalaman, korban tenggelam biasanya baru muncul ke permukaan pada hari ketiga. Meski begitu, tim SAR tetap mengoptimalkan pencarian sejak hari pertama. Jika esok hari belum ada tanda-tanda, radius pencarian akan diperluas hingga 10 mil laut.
Posko operasi didirikan di area Pelabuhan Malundung atas dukungan pihak pelabuhan. Lokasi ini dipilih karena dekat dengan titik kejadian, sehingga memudahkan tim menurunkan armada pencarian.
Pencarian hari pertama dihentikan pada sore hari tepatnya pada pukul 18.00 WITA dengan pertimbangan keselamatan.
“Batas kita paling lama jam enam. Saat gelap atau kondisi memburuk, operasi dihentikan sementara. Kita mengutamakan safety untuk penyelamat dulu ya. Setelah memang itu safety baru kita melangsungkan pencarian,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli







