Pembelajaran Sekolah Rakyat di Tarakan Awal September

benuanta.co.id, TARAKAN – Sekolah Rakyat di Kota Tarakan bersiap menyambut 100 siswa pada awal September. Kepala sekolah telah mengikuti pembekalan di Pusliklak Kementerian Sosial di Jakarta, sementara proses verifikasi calon siswa masih berlangsung melalui Dinas Sosial dan Pemberdayaan Masyarakat Kota Tarakan.

Kepala Dinas Pendidikan Kota Tarakan, Tamrin Toha, menjelaskan, proses rekrutmen para Kepala Sekolah Rakyat telah selesai. Dari delapan kandidat yang diajukan ke Kementerian Pendidikan Dasar Menengah, dilakukan seleksi dan wawancara hingga empat kandidat direkomendasikan ke Kementerian Sosial.

Baca Juga :  Satlantas Polres Tarakan Tertibkan Knalpot Brong dalam Operasi Keselamatan Kayan 2026

“Diseleksi lagi dari tiga oleh Kementerian Sosial dan dari tiga itu keluar satu nama. Kemarin sudah mendapat surat pemanggilan untuk pembekalan di Pusliklak Kementerian Sosial mulai tanggal 18 sampai 23 Agustus,” ujar Tamrin.

Ia menambahkan pegawai yang terpilih akan tetap bertugas di Kota Tarakan. “Nanti dia akan menjadi pegawai Kementerian Sosial, tapi tetap di Kota Tarakan, di sekolah yang sudah ditentukan,” jelasnya.

Proses belajar-mengajar Sekolah Rakyat dijadwalkan menyusul setelah calon siswa melalui tahap verifikasi. “Kalau selesai, mungkin awal September sudah bisa. Tahap dua Sekolah Rakyat diperkenalkan awal September,” kata Tamrin.

Baca Juga :  DPRD Tarakan Fasilitasi Sengketa Lahan Kelurahan Lingkas Ujung, Ahli Waris Siap Hibahkan Tanah ke Pemkot

Sekolah Rakyat menargetkan jumlah siswa sebanyak 100 orang. Mengenai tenaga pengajar, Tamrin menyebut guru akan direkrut dari PNS atau PDGK yang ada di Kota Tarakan, namun masih menunggu petunjuk dari Kementerian Sosial.

“Kalau idealnya untuk dua rombel SD berarti butuh dua guru kelas. Sementara SMP karena berbasis mata pelajaran minimal 11 guru SMP, ditambah guru agama dan PDGK. Kita belum tahu pola rekrutannya seperti apa,” ujarnya.

Baca Juga :  Penerimaan Pajak Galian C Tarakan Belum Optimal, Kendalanya Kepatuhan Wajib Pajak

Tamrin juga menyoroti tantangan kekurangan tenaga pengajar di Kota Tarakan. “Kalau guru minta beralih ke Sekolah Rakyat, artinya harus fokus di Sekolah Rakyat. Jadi tidak bisa sambilan. Otomatis kita mengalami kekurangan guru,” jelasnya.

Dengan selesainya proses seleksi kepala sekolah dan persiapan guru, pemerintah kota berharap Sekolah Rakyat ini dapat berjalan lancar dan menjadi alternatif pendidikan berkualitas bagi masyarakat setempat. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *