benuanta.co.id, TARAKAN – Badan Meteorologi Klimatologi dan Geofisika (BMKG) Stasiun Meteorologi Kelas III Juwata Tarakan merilis peringatan dini cuaca ekstrem yang berlaku mulai Senin (18/8/2025) hingga Rabu (20/8/2025).
Selama periode tersebut, Kota Tarakan diperkirakan berpotensi diguyur hujan dengan intensitas sedang hingga lebat, bahkan disertai angin kencang.
Forecaster BMKG Tarakan, Novira Ismi Handayani, menjelaskan pada 18 Agustus 2025 Tarakan masuk kategori waspada hujan sedang hingga lebat dengan tambahan potensi angin kencang.
“Hujan dengan intensitas sedang hingga lebat diprakirakan dapat terjadi di Tarakan, terutama wilayah Tarakan Timur, dan berpotensi meluas ke seluruh kota,” ujarnya, Senin (18/8/2025).
Lebih lanjut, BMKG juga mencatat pada 19 Agustus 2025, Tarakan kembali berada dalam level waspada. Kondisi ini menandakan curah hujan masih cukup tinggi meski tidak ada peringatan level siaga maupun awas.
“Kami mengimbau masyarakat untuk tetap berhati-hati, terutama karena potensi hujan disertai angin kencang dapat muncul sewaktu-waktu,” sebutnya.
Sementara pada 20 Agustus 2025, Tarakan kembali berpotensi hujan dengan kategori sedang hingga lebat. Pola hujan diperkirakan terjadi merata di seluruh wilayah, khususnya pada malam hingga dini hari.
“Rentang waktu yang perlu diwaspadai adalah sore hingga malam, di mana peluang hujan lebih tinggi,” tuturnya.
Berdasarkan prakiraan cuaca harian BMKG, kondisi cerah hingga berawan masih berpeluang terjadi pada pagi dan siang hari di Tarakan. Namun menjelang sore hingga malam, intensitas hujan cenderung meningkat, bahkan dapat mencapai hujan lebat disertai petir.
“Hujan deras di malam hari hingga dini hari bisa berdampak pada genangan air di beberapa titik,” tukasnya.
Menanggapi peringatan ini, Kepala Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Tarakan, Yonsep, mengeluarkan imbauan melalui saluran resmi BPBD agar masyarakat meningkatkan kewaspadaan.
“Kami meminta warga Tarakan siaga terhadap ancaman bencana hidrometeorologi basah seperti banjir dan tanah longsor,” katanya.
Yonsep menambahkan, kewaspadaan juga harus ditingkatkan pada kondisi lingkungan sekitar, termasuk saluran drainase, daerah aliran sungai (DAS), pesisir, lereng bukit, hingga lahan kritis.
“Kami mengingatkan masyarakat untuk memperhatikan lingkungan sekitar, jangan sampai ada hambatan aliran air yang dapat memperparah banjir,” ujarnya.
Selain itu, BPBD juga mengingatkan agar warga mengamankan barang-barang penting dan berharga, serta menyiapkan langkah evakuasi jika diperlukan. “Jika terjadi bencana, masyarakat bisa melaporkan melalui tautan resmi atau segera menghubungi Call Centre 112 maupun nomor darurat BPBD di 0822-5459-0564,” tuntasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







