benuanta.co.id, TARAKAN – Di bawah rintik hujan yang masih membasahi Lapangan Tarakan Art Convention Centre (TACC), Kota Tarakan, para Paskibraka tetap melangkah tegap pada upacara peringatan HUT ke-80 Republik Indonesia, Ahad (17/8/2025). Genangan air dan lumpur tidak menyurutkan tekad mereka untuk mengibarkan Sang Merah Putih dengan sempurna.
Sersan Kepala (Serka) Maman Setiawan dari Kodim 0907 Tarakan menilai formasi Paskibraka tahun ini terasa istimewa. Untuk pertama kalinya dalam lima tahun terakhir, Pasukan 45 kembali dihadirkan melengkapi susunan 17-8-45.
“Ini memang awal dan pembuktian dari teman-teman Paskibraka, karena lima tahun terakhir tidak ada Pasukan 45,” katanya.
Menurut Serka Maman, formasi tersebut memiliki makna simbolis mendalam. Pasukan 17 menggambarkan tanggal kemerdekaan, pasukan 8 melambangkan bulan Agustus, sementara Pasukan 45 merepresentasikan tahun 1945. “Pasukan 45 ini terdiri dari matra TNI dan Polri, masing-masing 10 orang,” katanya.
Pelatih Paskibra lainnya, Sersan Mayor (Serma) Firman Ali dari Batalyon Marinir Pertahanan Pangkalan XIII/Tarakan, memuji dedikasi pasukan. Meskipun medan lapangan basah dan berlumpur, penampilan mereka tetap maksimal. “Secara umum luar biasa meskipun semalam diguyur hujan deras,” ucapnya.
Ia menegaskan kondisi apapun tidak boleh mengurangi disiplin dan totalitas pasukan. Meski pakaian putih mereka tak terhindarkan dari percikan lumpur, konsentrasi pasukan tetap terjaga hingga bendera berhasil dikibarkan ke puncak tiang.
“Walaupun baju dan celana kotor, semangat tetap dijaga demi Merah Putih berkibar,” tuturnya.
Kondisi lapangan yang licin akibat hujan deras pada malam sebelumnya membuat barisan 17 pasukan pengiring, pasukan 8, serta Pasukan 45 harus lebih berhati-hati. Namun hal itu tidak mengurangi kekhidmatan upacara. “Genangan air memang menghalangi langkah, tapi semua tetap berjalan kompak,” ungkapnya.
Tepat pada momen sakral pengibaran, pasukan pembentang bendera menunaikan tugas dengan penuh keyakinan. Sorak tepuk tangan tamu undangan mengiringi berkibarnya Merah Putih di tiang tertinggi lapangan TACC.
“Tepukan tamu undangan membuat anak-anak lebih bersemangat,” tukasnya.
Hal senada juga diungkapkan Aiptu Fadly dari Polres Tarakan yang turut melatih Paskibraka tahun ini. Ia tak kuasa menahan haru menyaksikan kesuksesan anak didiknya.
“Semua pelatih sangat bangga karena kegiatan ini terlaksana dengan baik, bahkan setelah penaikan bendera para tamu undangan sempat bertepuk tangan,” terangnya.
Menurut Aiptu Fadly, tepuk tangan itu menjadi bukti apresiasi atas kerja keras Paskibraka yang sudah berlatih sejak 31 Juli 2025. “Makanya para anak didik kami menangis merasa bangga,” tambahnya.
Upacara tahun ini juga menjadi pengalaman baru karena untuk pertama kalinya digelar di TACC dengan area lapangan lebih luas dibandingkan sebelumnya. Dukungan penuh dari Pemerintah Kota Tarakan turut memastikan kelancaran latihan maupun pelaksanaan.
“Kami ucapkan terima kasih kepada Pemkot Tarakan atas dukungan terhadap Paskibraka,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







