Predikat KLA Madya untuk Tarakan, Faktanya Anak Masih Berjualan di Lampu Merah dan Putus Sekolah

benuanta.co.id, TARAKAN – Kota Tarakan naik status dari Pratama ke Madya dalam penilaian Kota Layak Anak (KLA), kenyataan di lapangan masih menunjukkan adanya anak-anak yang harus berjualan di lampu merah hingga putus sekolah. Kondisi ini membuat predikat tersebut dipertanyakan dan menjadi sorotan Forum Anak Kota Tarakan.

Ketua Forum Anak Kota Tarakan, Alsa Salsabila mengatakan, pencapaian Madya memang menjadi hal positif karena membuktikan adanya perhatian pemerintah terhadap pemenuhan hak anak. Namun, realita anak yang bekerja di jalan tetap menjadi persoalan yang tidak bisa diabaikan.

Baca Juga :  Cegah Konflik Lahan, Menhut Dorong Percepatan Sertifikasi Tambak Petani di Desa Liagu

“Kalau ditanya apakah Tarakan masih bisa dinyatakan layak anak meski ada kasus tersebut, jawabannya iya. Karena penilaian KLA itu bukan hanya dari satu aspek saja, tetapi dari banyak indikator lainnya. Tapi hal ini tetap harus ditangani,” ujarnya, Senin (18/8/2025).

Menurutnya, fenomena anak putus sekolah hingga harus berdagang di jalan merupakan tantangan serius. Forum Anak selalu berkoordinasi dengan dinas pendidikan maupun instansi terkait untuk mencari solusi. Salah satu usulan yang kerap disampaikan adalah penyediaan beasiswa bagi anak-anak dari keluarga kurang mampu.

Baca Juga :  Pelaksanaan MBG selama Ramadan di Tarakan Belum Temukan Formula

Ia menilai, kebijakan pemerintah yang mengimbau masyarakat agar tidak membeli dagangan anak-anak di jalan merupakan langkah penting. Aturan ini diharapkan dapat mengurangi eksploitasi anak di ruang publik.

Meski demikian, status Madya tetap menuntut adanya peningkatan fasilitas ramah anak, perlindungan terhadap anak-anak dari kekerasan, serta ruang bermain yang layak. Semua aspek ini penting untuk mendukung tumbuh kembang anak di Tarakan.

Baca Juga :  Satlantas Polres Tarakan Tertibkan Knalpot Brong dalam Operasi Keselamatan Kayan 2026

“Harapan kami, setelah status naik ke Madya, kualitas hidup anak-anak Tarakan juga semakin baik. Anak-anak harus lebih dilindungi, dilibatkan dalam kebijakan, dan mendapat ruang bermain yang layak,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *