benuanta.co.id, TARAKAN – Pola konsumsi masyarakat Tarakan terhadap beras kini semakin beragam. Warga disebut sudah cenderung menyesuaikan pilihan beras berdasarkan selera, baik yang menghasilkan nasi lembek maupun agak keras. Bahkan sebagian ada yang mencampur beras premium dengan jenis lain untuk mendapatkan tekstur sesuai kebutuhan.
Kepala Bidang Ketahanan Pangan DKPP Tarakan, Wiwiek Aisyiyah, menuturkan kondisi tersebut menunjukkan bahwa masyarakat semakin selektif dalam memilih beras.
“Sekarang masyarakat pintar ya, mereka sudah tahu beras mana yang cocok. Ada yang suka nasi lembek, ada juga yang keras, bahkan ada yang dioplos antara premium dan medium,” ujarnya.
Meski begitu, ia tidak menampik adanya potensi masuknya beras dari luar secara tidak resmi. Dirinya menyebut, masih ada jalur-jalur tikus yang memungkinkan beras masuk tanpa pengawasan ketat. Namun, menurutnya pengawasan hal tersebut berada di ranah instansi lain yang berwenang.
Ia menambahkan, ketersediaan beras medium belakangan ini mulai bergulir di pasaran. Kehadiran beras medium diharapkan bisa menekan konsumsi beras premium yang sebelumnya lebih dominan.
“Kalau medium bergulir lebih banyak, otomatis masyarakat tak lagi bergantung ke premium. Minimal bisa menstabilkan harga,” jelasnya.
Selain beras, komoditas lain yang perlu diantisipasi adalah bawang merah. Harga bawang di Tarakan disebut masih cukup tinggi, berada di kisaran Rp50 ribu per kilogram pada pekan ini. Kondisi ini disebabkan pasokan bawang yang sepenuhnya bergantung dari Sulawesi, sementara produksi di Jawa mengalami gangguan panen.
Ia mengungkapkan, kegagalan panen di Jawa membuat pedagang di Sulawesi ikut menaikkan harga. “Kalau di Jawa gagal panen, otomatis pedagang mencari ke Sulawesi. Tapi pedagang Sulawesi juga melihat peluang itu sehingga harga ikut terdorong naik,” terangnya.
Menurutnya, keterkaitan antarwilayah dalam penyediaan bawang merah ini membuat harga lebih mudah terpengaruh. Apalagi saat kondisi cuaca ekstrem, potensi kenaikan harga masih bisa terjadi.
Dengan kondisi tersebut, ia berharap adanya panen beras dalam waktu dekat dapat membantu menstabilkan kebutuhan pokok, khususnya beras. Sementara untuk bawang merah, pihaknya masih memantau perkembangan harga di sentra produksi utama. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli







