Harga Bawang Merah Meroket Tembus Rp 60 Ribu per Kg

benuanta.co.id, TARAKAN – Harga bawang merah di Pasar Gusher Tarakan terus mengalami lonjakan sejak dua bulan terakhir. Pedagang menyebut kenaikan dipicu mahalnya harga dari daerah asal, sementara warga mulai mengurangi jumlah belanja untuk menyiasati kebutuhan.

Pedagang Pasar Gusher Tarakan, Herianti, mengungkapkan harga merah kini berkisar Rp50 ribu hingga Rp55 ribu per kilogram, bahkan ada yang menyentuh Rp60 ribu untuk kualitas terbaik. Kenaikan ini terjadi sejak pasokan dari Surabaya dan Enrekang masuk dengan harga tinggi.

“Biasa kami ambil dari Kupang, Enrekang, atau Surabaya. Kalau pas datang kapal, harga ikut naik karena dari daerah asal juga mahal. Kadang ada yang beli, ada yang tanya lalu pergi karena mahal,” ujarnya, Jumat (15/8/2025).

Ia menjelaskan, bawang putih justru mengalami penurunan harga dari Rp40 ribu per kilogram menjadi Rp35 ribu–Rp36 ribu setelah pasokan dari Surabaya turun, yang merupakan bawang putih impor dari Cina.

Baca Juga :  Satpol PP Tegaskan Penertiban PKL Kawasan Bandara Juwata Sesuai Perda

Cabai lokal juga turun dari Rp 70 ribu hingga Rp80 ribu menjadi Rp50 ribu–Rp55 ribu per kilogram akibat stok melimpah. Sementara cabai rawit luar , yang biasa Rp70 ribu sampai Rp80 ribu, kini juga berada di kisaran Rp50 ribu hingga Rp55 ribu. Tomat pun ikut turun dari Rp25 rib menjadi Rp15 ribu–Rp18 ribu per kilogram.

Kenaikan signifikan juga terjadi pada beras premium merek Nusantara ukuran 20 kilogram dari CV Cahaya Terang, yang sebelumnya Rp295 ribu kini Rp310 ribu. Dalam beberapa minggu terakhir, harga naik dua kali masing-masing Rp5 ribu, dari Rp305 ribu ke Rp310 ribu.

Pedagang lain, Yati, mengatakan harga bawang merah yang ia jual saat ini Rp58 ribu per kilogram. Sebelumnya, harga berada di kisaran Rp50 ribu–Rp55 ribu selama dua bulan terakhir.

Baca Juga :  Penanganan ODGJ Bersajam di Tarakan Belum Optimal

“Sudah tiga kali naik, dari Rp40 ribu, lalu Rp55 ribu, sekarang Rp58 ribu. Kalau stok baru datang nanti, bisa sampai Rp70 ribu per kilogram. Kalau bawang kotor biasanya Rp55 ribu,” ungkapnya.

Yati menyebut stok bawang merahnya saat ini hanya tersisa 300 kilogram. Bawang putih yang ia jual stabil di Rp40 ribu per kilogram. Seluruh stok bawang merah didatangkan dari Enrekang, Sulawesi, sedangkan bawang putih berasal dari Surabaya. Ia mengaku, meski banyak pembeli mengeluh mahal, komoditas ini tetap dibeli karena menjadi kebutuhan pokok.

Pedagang beras premium, Dea, juga mencatat kenaikan harga. Beras merek Si Cantik ukuran 25 kilogram kini dijual Rp 425 ribu dari sebelumnya Rp 420 ribu, sedangkan merek Lembu ukuran 25 kilogram juga naik menjadi Rp 425 ribu.

Baca Juga :  Selama Ramadan Polres Tarakan Antisipasi Balap Liar hingga Penimbunan Bahan Pangan

Warga Tarakan, Nana, mengaku terkejut dengan lonjakan harga bawang merah. Jika biasanya ia membeli satu kilogram, kini hanya mengambil setengah kilogram dengan harga sekitar Rp30 ribu. “Kalau bawang sebulan bisa dua kiloan. Kalau kurang, masakan jadi nggak enak, jadi pemakaian bumbunya diatur saja,” tuturnya.

Ia juga merasakan dampak kenaikan harga beras yang sudah terjadi beberapa bulan terakhir. Beras merek standar seperti Fortune yang sebelumnya berkisar Rp200 ribu per 20 kilogram, kini mencapai Rp300 ribu.

“Mudah-mudahan ada kebijakan dari pemerintah agar harga bisa turun, karena kalau sudah naik biasanya susah turun,” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Yogi Wibawa

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *