Miris! 70 Persen Pengangguran di Tarakan adalah Laki-Laki

benuanta.co.id, TARAKAN – Data Badan Pusat Statistik (BPS) Kota Tarakan mencatat pengangguran di wilayah ini masih terkonsentrasi pada kelompok laki-laki dan usia muda.

Berdasarkan Survei Angkatan Kerja Nasional (Sakernas) paling terbaru (Agustus 2024), jumlah pengangguran di Tarakan mencapai 6.216 orang, di mana laki-laki mendominasi dengan 4.357 orang atau 70,07 persen. Sementara itu, pengangguran perempuan hanya 1.859 orang atau 29,93 persen.

Kepala BPS Kota Tarakan, Umar Riyadi, SST, M.Si, menegaskan dominasi laki-laki dalam angka pengangguran sejalan dengan komposisi angkatan kerja. “Laki-laki mengisi 66,71 persen dari total angkatan kerja, sehingga persaingan di pasar kerja lebih ketat di kelompok ini,” jelasnya, Kamis (14/8/2025).

Baca Juga :  Dishut Sebut Revitalisasi KKMB Tarakan Terganjal Administrasi Lahan

Dilihat dari usia, kelompok 20–24 tahun dan 25–29 tahun menjadi penyumbang terbesar pengangguran. Dua kelompok ini menampung total 43.224 orang atau sekitar 35,54 persen dari seluruh angkatan kerja. Kondisi ini menunjukkan adanya kerentanan transisi dari pendidikan menuju pekerjaan yang belum optimal.

“Usia muda rentan menganggur karena masih mencari pekerjaan yang sesuai atau baru memasuki pasar kerja,” katanya.

BPS juga menyoroti faktor pendidikan sebagai latar belakang tingginya pengangguran pada kelompok tersebut. Mayoritas angkatan kerja lulusan SMA/SMK sederajat, yaitu 40,42 persen, bersaing di pasar kerja dengan keterampilan yang relatif homogen.

Baca Juga :  Penataan PKL Sekitar Bandara Juwata Dikaji, Pedagang Minta Kebijakan Jam Operasional

“Lulusan dengan keterampilan spesifik atau pendidikan tinggi, seperti diploma dan universitas, hanya mencakup 19,21 persen dari tenaga kerja,” terangnya.

Sementara itu, distribusi lapangan pekerjaan di Tarakan memperlihatkan bahwa sektor jasa menyerap 60,35 persen pekerja, disusul manufaktur 24,62 persen, dan pertanian 15,03 persen. Namun, sektor jasa yang dominan ini banyak diisi pekerjaan informal dengan risiko kehilangan pekerjaan yang tinggi, terutama bagi pekerja muda laki-laki.

Baca Juga :  Kemenag Tarakan Tetapkan Zakat Fitrah Ramadan 1447 H, Ini Besarannya

“Data ini menunjukkan perlunya intervensi kebijakan yang lebih tepat sasaran, khususnya pelatihan keterampilan praktis bagi laki-laki usia muda agar lebih kompetitif di pasar kerja,” tandasnya.

Kondisi tersebut menjadi peringatan bagi pemerintah daerah dan pelaku industri untuk tidak hanya menciptakan lapangan kerja, tetapi juga memastikan tenaga kerja muda memiliki kualifikasi yang relevan. Tanpa langkah strategis, kelompok ini akan tetap menjadi penyumbang terbesar dalam angka pengangguran Tarakan setiap tahunnya. (*)

Reporter: Eko Saputra

Editor: Endah Agustina

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *