benuanta.co.id, TANJUNG SELOR – Memasuki masa triwulan ke III tahun 2025, Badan Pendapatan Daerah (Bapenda) Provinsi Kalimantan Utara (Kaltara) menargetkan realisasi Pendapatan Asli Daerah (PAD) bisa mencapai Rp 1,26 triliun.
Diketahui, jumlah ini menurun setelah adanya hasil koreksi PAD akibat adanya kebijakan intensif ekonomi fiskal.
“Kalau target awal kita ada diangka Rp. 1,4 triliun. Tapi karena ada koreksi dari kebijakan ekonomi fiskal maka capaian PAD ditahun 2025 kita koreksi diangka Rp. 1,26 triliun,” kata Kepala Bapenda Kaltara, Tomy Labo pada Rabu, 13 Agustus 2025.
Menurut Tomy, kebijakan tersebut cukup mempengaruhi raihan PAD tahun 2025. Di mana kebijakan ini mengharuskan terjadinya penurunan retribusi pajak kendaraan.
“Selain itu penurunan tarif pajak bahan bakar yang semula 1,5 persen menjadi 0,8 persen serta Pajak Bahan Bakar Kendaraan Bermotor (PBBKB) yang semula 15 persen turun menjadi 7,5 persen,” ujarnya.
Saat ini, capaian PAD Kaltara di triwulan II baru di angka 47 persen atau Rp 482 Miliar dari total Rp 1,26 triliun. Oleh sebab itu pada masa triwulan III ini Tomy menargetkan penambahan PAD Kaltara bisa mencapai Rp 615 miliar di bulan Agustus 2025.
“Kita targetkan setiap triwulannya capaian PAD kita bisa diangka 25 persen sehingga selama periode IV triwulan kita bisa mencapai 100 persen diakhir tahun,” terangnya.
“Tapi karena adanya perubahan kebijakan, sehingga hal tersebut cukup mempengaruhi. Tapi kita tetap optimis dengan capaian target kita,”pungkasnya. (*)
Reporter: Osarade
Editor: Endah Agustina







