benuanta.co.id, NUNUKAN – Perkuat sinergitas, Kepala Balai Pelayanan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP3MI) Kalimantan Utara Kombes Andi M. Ichsan melakukan koordinasi ke Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan.
Kepala Imigrasi Nunukan, Adrian Soetrisno mengatakan kunjungan BP3MI ke Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan untuk memperkuat koordinasi dalam rangka meningkatkan perlindungan bagi Pekerja Migran Indonesia (PMI).
“Melalui sinergi ini, kita kedua lembaga berkomitmen memastikan setiap pekerja migran yang berangkat maupun kembali dari luar negeri mendapatkan pelayanan yang cepat, aman, dan sesuai prosedur,” kata Adrian.
Ia menegaskan, langkah ini juga menjadi wujud nyata kepedulian pemerintah terhadap keselamatan dan kesejahteraan para pekerja migran, khususnya yang berasal dari wilayah perbatasan Kabupaten Nunukan. Adrian menyampaikan, kolaborasi strategis ini tidak hanya bertujuan memperketat pengawasan, tetapi juga memberikan edukasi dan pendampingan kepada calon pekerja migran.
Dengan adanya koordinasi yang solid antara Imigrasi Nunukan dan BP3MI, diharapkan risiko permasalahan hukum, penipuan, dan tindak perdagangan orang dapat diminimalkan. Menurutnya, upaya ini menjadi bukti nyata pelayanan publik yang humanis dan perlindungan maksimal bagi pekerja migran adalah prioritas utama di perbatasan Indonesia.
Sebagai gerbang utama keluar masuknya WNI di wilayah perbatasan utara Kalimantan, Imigrasi Nunukan tidak hanya menjalankan fungsi administratif, tetapi juga mengambil peran aktif dalam memberikan perlindungan dan edukasi kepada masyarakat migran.
Dengan pendekatan yang humanis dan berorientasi pada pelayanan prima, Imigrasi Nunukan telah menjadi mitra strategis berbagai lembaga, termasuk BP3MI, dalam menciptakan sistem keimigrasian yang ramah dan berkeadilan bagi para pekerja migran.
“Berbagai program sosialisasi, penguatan literasi hukum keimigrasian, serta layanan yang responsif terus dikembangkan demi memastikan bahwa setiap warga negara, khususnya pekerja migran, dapat mengakses hak-haknya secara adil dan bermartabat,” terangnya.
Selain itu, kolaborasi ini memperkuat posisi Imigrasi Nunukan sebagai institusi yang adaptif terhadap dinamika sosial di wilayah perbatasan.
“Melalui koordinasi lintas sektor dan peningkatan kapasitas layanan, Kantor Imigrasi Nunukan tidak hanya menjaga kedaulatan negara dari sisi pengawasan keimigrasian, tetapi juga menjadi pilar penting dalam membangun perbatasan yang aman, tertib, dan manusiawi,” pungkasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







