benuanta.co.id, NUNUKAN – Dalam beberapa hari terakhir, masyarakat Kabupaten Nunukan mengalami kelangkaan pasokan ikan di pasar tradisional.
Salah satu pedagang ikan di Pasar Yamaker Nunukan, Kori mengatakan bahwa stok ikan semakin menipis akibat faktor alam.
“Kondisi ini terjadi karena saat ini sedang masa terang bulan. Ikan lokal pun tidak selalu tersedia karena proses penangkapannya membutuhkan waktu sekitar dua minggu,” kata Kori, kepada benuanta.co.id, Selasa (12/8/2025).
Ia mencontohkan beberapa jenis ikan seperti tuna dan cakalang yang memerlukan waktu 10 hingga 14 hari untuk bisa kembali tersedia. Ini membuat pasokan lokal tidak cukup untuk memenuhi kebutuhan pasar.
“Kalau hanya mengandalkan ikan lokal, jelas tidak cukup. Mau tidak mau, kita harus menunggu ikan dari Tawau, Malaysia,” jelasnya.
Kori yang sudah berjualan ikan selama lebih dari 20 tahun di Pasar Yamaker menyebut bahwa selama ini sebagian besar pasokan ikan di Nunukan memang didominasi dari Tawau. Selain harganya terjangkau, jumlahnya pun cukup melimpah dan bisa masuk ke Nunukan setiap hari.
“Ikan-ikan dari Tawau seperti ikan layang, kembung, rumah-rumah, basong, ketombong, hingga cumi, biasanya banyak dicari masyarakat karena harganya yang lebih murah,” terangnya.
Namun, karena saat ini stok ikan kosong, harga di pasaran pun melonjak tajam. Jika sebelumnya harga ikan hanya berkisar antara Rp15.000 hingga Rp25.000 per kilogram, kini masyarakat harus merogoh kocek lebih dalam dengan harga mencapai Rp40.000 hingga Rp50.000 per kilogram.
“Kondisi ini sangat berpengaruh bagi kami pedagang, dan tentu saja masyarakat juga ikut terbebani,” tutup Kori. (*)
Reporter: Darmawan
Editor: Yogi Wibawa







