benuanta.co.id, NUNUKAN – Wakil Bupati Nunukan Hermanus, S.Sos., menjadi narasumber dalam seminar akademik yang diselenggarakan oleh Universitas Terbuka Tarakan.
Kegiatan yang dilaksanakan di Ruang Auditorium Kantor Badan Pemeriksa Keuangan Provinsi Kalimantan Utara itu mengusung tema ‘Transformasi Digital Mewujudkan Akses Setara Hingga Ujung Negeri’, Sabtu (9/8/2025).
Kepada calon wisudawan, Pimpinan UT Tarakan dan Pengurus IKA (Ikatan Alumni) Universitas Terbuka, Hermanus membuka paparannya dengan mengajak menyelami tentang sejarah lahirnya bangsa Indonesia di era globalisasi dan transformasi digital di tahun 2025 ini.
“Kita tidak akan bisa sampai di titik saat ini tanpa adanya masa lalu yang digagas oleh para pemuda di tahun 1928 melalui Sumpah Pemuda,” ungkapnya.
Diungkapkannya, periodisasi sejarah bangsa Indonesia mulai dari Kemerdekaan bangsa Indonesia di tahun 1945, konsolidasi nasional antara tahun 1945 – 1950, era repelita di tahun 1970, era reformasi di tahun 1999 – 2000 hingga di era globalisasi dan transformasi digital di saat ini.
Menurutnya di era globalisasi ini masyarakat dituntut untuk menguasai ilmu pengetahuan, dan tantangan pada kedaulatan dan ketahanan nasional.
“Berangkat dari ini kami pemerintah kabupaten Nunukan melihat secara geopolitik perjalanan sejarah itu. Sehingga kurang lebih baru 5 bulan kami berumah tangga ini kami tegu berupaya,” ujarnya.
Dikatakannya, Kabupaten Nunukan memiliki keunikan posisi geo politiknya, ada pulau Nunukan, pulau Sebatik, Krayan, dan Kabudaya. Hal ini adalah peluang sekaligus tantangan tersendiri.
Lebih lanjut Hemanus menyampaikan transformasi digital itu adalah suatu keharusan.
“Kami di Kabupaten Nunukan melakukan berbagai upaya sebagai upaya untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia. Kami punya program Desa Cerdas, 10 persen dari dana desa untuk pembiayaan pendidikan masyarakat Desa,” ungkapnya.
Program Desa Cerdas yang rencananya akan dilaunching Bupati Nunukan H.irwan Sabri.
“Kurang lebih 180 Miliar lebih anggaran dana desa di Kabupaten Nunukan, kita ambil 10 persen dari 232 (desa) kurang lebih 17 Milyar per tahun,” sebutnya.
Ia menyatakan, 16 miliar per tahun ini adalah intervensi dana desa untuk peningkatan kapasitas sumber daya manusia untuk mendukung transformasi digital, terutama kepada perangkat desa dan masyarakat
Tak hanya itu, semua pelayanan dan penyelenggaraan pelayanan publik kedepan menjadi tantangan tersendiri karena telah mengharuskan untuk digital tanpa ada alasan.
Dalam Seminar ini, 561 calon wisudawan juga diberikan kesempatan untuk bertanya dalam diskusi panel yang dipandu oleh moderator.
Adapun 561 calon wisudawan tersebut terdiri dari 218 Wisudawan dan wisudawati dari Kota Tarakan, 137 dari Kabupaten Bulungan, 88 dari Kabupaten Malinau, 94 dari Kabupaten Nunukan, dan 24 wisudawan dan wisudawati dari Kabupaten Tana Tidung. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







