benuanta.co.id, TARAKAN – Hujan deras yang mengguyur Kota Tarakan sejak dini hari, Rabu (6/8), tidak hanya menyebabkan rumah warga di RT 26 Kelurahan Sebengkok rusak parah, tetapi juga mengakibatkan banjir di sejumlah titik jalan protokol.
Seorang warga, Chandra Repiandi, menceritakan detik-detik rumahnya terdampak air dan lumpur yang masuk setelah dinding rumah roboh.
“Pas buka pintu dapur, saya dengar suara air sama suara retak-retak. Belum sempat balik ke ruang tengah, tiba-tiba tembok ambruk. Air dan lumpur langsung masuk, saya langsung lari selamatkan diri sama adik,” ujar Chandra yang menghuni rumah tersebut bersama saudaranya.
Ia mengatakan air bercampur lumpur berasal dari pipa profil yang patah, dan seketika menggenangi rumah hingga semata kaki. Barang-barang di dalam rumah tidak sempat diselamatkan, sementara listrik langsung dimatikan untuk menghindari korsleting.
“Lumpur sempat masuk sampai teras. Kulkas belum dinyalakan, baru dipindah. Ini rumah lama peninggalan orang tua, sudah saya tempati sejak awal 2000-an,” ungkapnya.
Lurah Sebengkok, Aji Dedy Effendi Aspiannur yang turun langsung ke lokasi mengatakan, kerusakan terjadi karena tidak adanya saluran drainase di lereng bukit, sehingga air langsung menghantam dinding rumah.
“Sudah saya instruksikan Ketua RT untuk usulkan pembangunan drainase dalam Musrenbang. Sementara kami imbau warga untuk kerja bakti membuat saluran darurat,” jelasnya.
Ia menambahkan, Pemkot melalui BPPD juga akan mengupayakan bantuan darurat berupa papan atau balok, seperti yang sebelumnya diberikan ke warga terdampak di RT 20.
Tak hanya di Sebengkok, pantauan di lapangan menunjukkan sejumlah titik di Kota Tarakan juga dilanda banjir cukup parah. Jalan Sei Sesayap, kawasan Keramat, Stadion Datu Adil, hingga depan RS AL menjadi titik-titik banjir dengan genangan cukup tinggi. Beberapa kendaraan dilaporkan mogok dan lalu lintas di lokasi tersebut sempat lumpuh.
Sejumlah warga mengaku aktivitasnya terganggu. Seperti Nisa, salah satu warga yang terlambat berangkat kerja.
“Banjirnya tinggi, hujan juga enggak reda-reda. Macet panjang banget, akhirnya saya mutar cari jalan lain,” keluhnya.
Banyak warga terpaksa mencari jalur alternatif atau menunda aktivitas karena kondisi jalan yang tidak bisa dilalui kendaraan roda dua maupun roda empat. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli







