benuanta.co.id, TARAKAN – Menjelang peringatan Hari Ulang Tahun ke-80 Republik Indonesia, para pedagang bendera musiman mulai bermunculan di berbagai titik di Kota Tarakan. Namun, para pedagang mengaku bahwa penjualan tahun ini mengalami penurunan drastis dibanding tahun-tahun sebelumnya.
Wahyu, pedagang bendera yang membuka lapak di Jalan Jenderal Sudirman, mulai berjualan sejak 29 Juli 2025. Ia berasal dari Bandung dan sudah rutin datang ke Tarakan setiap tahun sejak 2014 untuk menjual bendera bersama rombongan.
“Biasanya mulai ramai tanggal 6 sampai puncaknya di tanggal 16 Agustus. Tanggal 17 sudah sepi,” ujarnya saat ditemui, Selasa (5/8/2025).
Dari berbagai jenis bendera yang dijual, ukuran 1,20 meter dan 1,90 meter paling laku karena biasa dipasang di rumah-rumah menggunakan tiang. Sementara untuk bendera kecil khusus motor dijual dengan harga Rp10.000 hingga Rp12.000. Harga bendera sedang hingga besar berkisar Rp50.000 sampai Rp100.000. Umbul-umbul dijual antara Rp30.000 hingga Rp45.000, tergantung ukuran.
Barang dagangan diambil dari Bandung, namun tahun ini stok yang dibawa lebih sedikit karena kondisi pasar yang lesu.
“Dulu satu orang bisa bawa sampai 10 koli, sekarang cuma 4 koli. Penjualan juga menurun. Dulu bisa dapat Rp1 juta sehari, sekarang Rp500 ribu saja belum tentu. Turunnya hampir 50 persen,” keluhnya.
Wahyu juga menegaskan dirinya tidak menjual bendera ilegal atau desain bertema anime seperti One Piece yang belakangan ramai dibahas di media sosial.
“Polisi juga sempat datang kontrol. Saya enggak bawa barang kayak begitu. Kita jual bendera resmi saja,” jelasnya.
Sementara itu, Muhammad Sakhir atau akrab disapa Leo, juga menjalani usaha serupa di Jalan Mulawarman. Ia telah menetap di Tarakan sejak 2008 dan setiap Agustus ikut berjualan bendera bersama teman-temannya yang mayoritas berasal dari Bandung.
“Saya mulai jualan dari tanggal 29 Juli. Dulu dari tanggal 1 sudah rame. Tahun ini sepi, beda jauh,” ujar Leo.
Leo menjual beragam jenis atribut kemerdekaan seperti bendera kecil (Rp10.000), bendera tangkai (Rp20.000–Rp45.000), umbul-umbul (Rp45.000), dan background merah putih tipe Garuda seharga Rp370.000 per 10 meter.
Harga masih bisa dinegosiasikan, terutama jika pembeli mengambil dalam jumlah banyak. Meski harga jual tidak berubah dari tahun lalu, penurunan pembelian tetap terasa.
“Turunnya bisa sampai 60 persen. Pembelinya sekarang masih perorangan, belum ada dari instansi. Biasanya kalau dari instansi itu beli background untuk kantor,” katanya.
Ia juga memastikan tidak menjual atribut yang tidak sesuai aturan. “Di Tarakan masih aman. Memang sempat rame di media sosial soal bendera yang dilarang, tapi kami tidak jual itu,” pungkasnya.
Hasil penelusuran benuanta.co.id, tak ditemukan pedagang bendera musiman menjual bendera jolly roger atau bendera serial manga One Piece seperti yang sedang viral dijagat maya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli







