Satlantas Klaim Angka Kecelakaan Lalu Lintas di Tarakan Menurun

benuanta.co.id, TARAKAN – Kepolisian Resor (Polres) Tarakan mencatat penurunan signifikan kasus kecelakaan lalu lintas (laka lantas) sepanjang tahun 2025. Penurunan ini menjadi sinyal positif atas berbagai langkah strategis yang telah diambil bersama stakeholder terkait.

Kapolres Tarakan AKBP Erwin S. Manik melalui Kasat Lantas AKP Rudika Harto Kanajiri mengungkapkan, pada tahun 2024 tercatat 96 kasus kecelakaan, terdiri dari 6 kasus laka tunggal dan 90 kasus tabrakan. Sementara pada tahun 2025 hingga pertengahan tahun, hanya terjadi 36 kasus, yang terdiri dari 1 laka tunggal dan 35 tabrakan.

“Makanya laka lantas yang terjadi di tahun ini agak rendah. Karena kita sudah lakukan pembenahan bersama stakeholder terkait, seperti pemasangan marka jalan, lampu abu-abu jel dan sebagainya,” ujar AKP Rudika.

Baca Juga :  Penataan PKL Sekitar Bandara Juwata Dikaji, Pedagang Minta Kebijakan Jam Operasional

Ia juga menyebutkan, selain pembenahan infrastruktur jalan, pihaknya secara aktif menggencarkan sosialisasi dan himbauan kepada masyarakat, termasuk pelajar dan para pekerja yang membawa kendaraan besar di kawasan pelabuhan.

“Ya ini salah satu strategi kita. Sosialisasi terus kita gencarkan, baik melalui sekolah-sekolah maupun masyarakat di pelabuhan. Tujuannya tentu untuk meminimalisir potensi laka lantas,” katanya.

Meski jumlah kasus menurun, korban jiwa masih terbilang tinggi. Tahun 2024 tercatat 13 korban meninggal dunia, 6 luka berat, dan 125 luka ringan. Sementara pada 2025, korban meninggal dunia berjumlah 12 orang, 6 luka berat, dan 57 luka ringan.

Berdasarkan data, laka lantas didominasi oleh usia muda. Pada tahun 2024, mayoritas korban berusia 15 hingga 19 tahun, sementara pada 2025, rata-rata korban berusia 20 sampai 24 tahun.

Baca Juga :  Jelang Imlek dan Ramadan 2026, Cuaca Tarakan Diprakirakan Didominasi Hujan

AKP Rudika menegaskan, faktor kelalaian manusia masih menjadi penyebab utama kecelakaan. Adapun lokasi-lokasi rawan kecelakaan juga berubah dari tahun ke tahun.

Pada tahun 2024, lokasi dengan kejadian tertinggi berada di:

1. Jl. Mulawarman (10 kejadian)

2. Jl. Jend. Sudirman (9 kejadian)

3. Jl. P. Aji Iskandar (6 kejadian)

Sementara di tahun 2025, titik rawan bergeser ke:

1. Jl. Yos Sudarso (4 kejadian)

2. Jl. Jend. Sudirman (3 kejadian)

3. Jl. P. Aji Iskandar (3 kejadian)

Baca Juga :  DPRD Tarakan Fasilitasi Sengketa Lahan Kelurahan Lingkas Ujung, Ahli Waris Siap Hibahkan Tanah ke Pemkot

4. Jl. Kusuma Bangsa (3 kejadian)

Ia mengimbau masyarakat agar semakin sadar akan pentingnya keselamatan saat berlalu lintas, bukan hanya untuk diri sendiri tetapi juga untuk orang lain.

“Sebagai kesatuan tugas, harapan kami dan saya yakin juga harapan dari semua orang adalah tidak ingin kecelakaan itu terjadi. Karena saat kecelakaan terjadi, yang rugi bukan cuma diri kita, tapi juga keluarga kita akan menanggung akibatnya,” tuturnya.

“Tertib berlalu lintas itu semata-mata bukan untuk orang lain, tapi untuk diri kita sendiri. Bahkan kita bisa menyelamatkan orang lain, lewat sikap tertib yang kita lakukan di jalan.” pungkasnya. (*)

Reporter: Sunny Celine

Editor: Ramli

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *