benuanta.co.id, NUNUKAN – Kantor Imigrasi Kelas II TPI Nunukan kembali menegaskan komitmennya dalam memperkuat pengawasan dan pelayanan keimigrasian di wilayah perbatasan, khususnya di wilayah strategis seperti Sebatik, Lumbis, dan Krayan.
Kepala Kantor Imigrasi Nunukan, Adrian Soetrisno turut hadir dalam Rapat Koordinasi Pembangunan Pos Lintas Batas Negara (PLBN) yang diselenggarakan oleh Kementerian Koordinator Bidang Hukum, HAM, Imigrasi dan Pemasyarakatan (Kemenko Kumham Imipas)
Dalam forum yang dihadiri oleh berbagai instansi pusat dan daerah, Kantor Imigrasi Nunukan memaparkan berbagai tantangan yang dihadapi di lapangan, seperti keterbatasan personil, akses yang sulit, hingga banyaknya jalur tikus yang dimanfaatkan oleh oknum tak bertanggung jawab.
Namun, di tengah keterbatasan tersebut, Kantor Imigrasi Nunukan tetap menunjukkan kinerja yang positif dan adaptif.
“Kami memiliki tiga pos imigrasi aktif di perbatasan yakni Sebatik, Lumbis, dan Krayan. Meski infrastruktur belum sepenuhnya optimal, kami tetap menjalankan fungsi pengawasan dan pelayanan semaksimal mungkin. Bahkan di Sebatik, kami telah siap mendukung PLBN meskipun masih menunggu kehadiran counterpart dari Malaysia,” ungkapnya.
Ia menyampaikan, salah satu langkah konkret yang telah dilakukan adalah penguatan koordinasi dengan pihak-pihak terkait, seperti TNI, Polri, dan Bea Cukai, dalam rangka operasi gabungan secara tertutup untuk menekan aktivitas pelintas batas ilegal.
Selain itu, Kantor Imigrasi Nunukan juga aktif mendorong penggunaan digitalisasi dalam pencatatan data perlintasan, guna memperkuat akurasi dan transparansi.
Adrian juga menyampaikan dengan adanya tambahan 29 CPNS baru tahun ini, kesiapan sumber daya manusia semakin meningkat.
“SDM bukan lagi tantangan utama. Yang kami butuhkan sekarang adalah dukungan sarana dan prasarana agar pengawasan di titik-titik rawan dapat lebih maksimal,” ujarnya.
Menurutnya ini adalah bentuk keseriusan dalam mengambil peran strategis dalam pengelolaan perbatasan negara.
“Keunikan karakter perlintasan di Nunukan menjadi tantangan sekaligus peluang. Kami berharap PLBN Sebatik dapat segera dioptimalkan dan fungsi pos imigrasi di Lumbis dan Krayan bisa ditingkatkan, termasuk untuk pelayanan paspor dan lintas batas,” pungkasnya. (*)
Reporter: Novita A.K
Editor: Endah Agustina







