benuanta.co.id, TARAKAN – Dua warga Kota Tarakan yang sempat dilaporkan hilang kontak di Perairan Sungai Bara, Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan, Kalimantan Utara, ditemukan dalam kondisi selamat oleh Tim SAR Gabungan pada Selasa pagi (29/7/2025).
Kepala Kansar Tarakan, Syahril, S.E., menjelaskan informasi kejadian awal berasal dari Yusril, rekan korban yang menghubungi pihaknya melalui nomor +6282398013354 pada pukul 07.15 WITA.
“Pelapor menyampaikan dua orang rekannya berangkat menggunakan Long Boat membawa hasil panen ikan dari Sungai Bara menuju Tarakan sejak Senin sore, namun hingga malam tidak kunjung tiba,” ungkapnya, Selasa (29/7/2025).
Diketahui, insiden tersebut terjadi pada Senin (28/7/2025) sekitar pukul 17.30 WITA. Dua korban, yakni Adi (29) dan Saudi Muzakkar (25), masing-masing warga Jl. Aki Balak Kampung Tator Karang Anyar dan Jl. Aki Pingka Perumahan Griya Oke RT 002 Kelurahan Juata Laut, Kota Tarakan, berlayar bersama rombongan.
“Speed Boat pelapor tiba di Tarakan pukul 20.00 WITA, namun Long Boat yang ditumpangi korban tidak sampai, hingga pelapor melapor ke kami,” jelasnya.
Lokasi hilang kontak berada di koordinat 3°8’24.09”N 117°23’24.46”E dengan heading 221.26°, berjarak sekitar 16,41 nautical miles dari Kantor SAR Tarakan, atau sekitar 1,5 jam perjalanan berdasarkan estimasi Google Maps.
“Lokasi berada di Perairan Sungai Bara, wilayah Kecamatan Tanjung Palas Tengah, Kabupaten Bulungan,” sebutnya.
Tindakan cepat langsung dilakukan pada hari itu juga. Pukul 08.10 WITA, Tim SAR Gabungan berhasil menemukan korban atas nama Saudi Muzakkar dalam kondisi selamat.
Ia ditemukan di Sungai Bara pada koordinat 3°10’21.92”N 117°24’2.50”E atau sekitar 2,06 nautical miles dari lokasi kejadian.
“Korban langsung kami evakuasi ke Pos Pembelian Udang Cahaya Enrekang untuk mendapat penanganan awal,” tuturnya.
Selanjutnya, pada pukul 09.55 WITA, korban kedua atas nama Adi juga ditemukan dalam kondisi selamat di sekitar Tugu Perairan Bulungan, tepatnya pada koordinat 3°11’59.39”N 117°20’3.01”E, atau sekitar 4,91 nautical miles dari LKP (Last Known Position).
“Keduanya ditemukan dalam kondisi selamat, dan segera kami bawa ke pos yang sama untuk proses evakuasi,” ujarnya.
Setelah kedua korban berhasil ditemukan, Tim SAR Gabungan mengusulkan penutupan operasi SAR pada pukul 10.00 WITA.
“Karena seluruh korban telah dievakuasi, operasi SAR kami nyatakan selesai, dan seluruh unsur SAR dikembalikan ke kesatuan masing-masing,” tegasnya.
Adapun unsur SAR yang terlibat dalam operasi tersebut meliputi Kantor SAR Tarakan, Ditpolairud Polda Kaltara, Satpolairud Polres Tarakan, serta keluarga dan masyarakat setempat. Operasi juga didukung dengan sejumlah peralatan, yakni satu unit Rescue Car D-Max, satu unit Rescue Inflatable Boat 03, satu set perlengkapan medis, dan empat unit alat komunikasi.
“Alhamdulillah seluruh alat pendukung berfungsi optimal dan tidak ada hambatan berarti di lapangan,” katanya.
Kondisi cuaca saat operasi berlangsung dilaporkan cerah berawan, mendukung efektivitas pencarian di perairan terbuka “Faktor penghambat dalam operasi ini nihil, dan seluruh proses berjalan lancar,” sebut Syahril.
Syahril menegaskan pihaknya akan terus menjaga kesiapsiagaan dan mengimbau masyarakat untuk selalu memperhatikan keselamatan saat melakukan aktivitas pelayaran.
“Kami siap melakukan quick action kapan pun diperlukan. Keselamatan warga adalah prioritas utama,” pungkasnya. (*)
Reporter: Eko Saputra
Editor: Endah Agustina







