Kementrans Siapkan Program Transmigrasi 5.0

Denpasar – Kementerian Transmigrasi (Kementrans) tengah mempersiapkan program transmigrasi 5.0 yang merupakan program sosial sekaligus perancang peradaban di masa mendatang.

Menteri Transmigrasi (Mentrans) Iftitah Sulaiman kepada pers di sela Rapat Kerja Teknis Ketransmigrasian Nasional di Bali Convention Center, Denpasar, Bali, Senin, mengatakan lima pilar utama transmigrasi 5.0 itu di antaranya pertama, Green Development yakni ramah lingkungan berbasis agro forestry dan energi baru terbarukan (EBT).

Kedua, Smart Village Ecosystem yaitu desa cerdas berbasis teknologi digital dan Internet of Things (IoT). Ketiga, Value-Based Citizenship yakni transmigran sebagai pelopor warga negara yang aktif.

Baca Juga :  PTDI Pamerkan Pemburu Kapal Selam di Singapura Incar Asia-Pasifik

Keempat, Intergenerational Design yakni perencanaan untuk keluarga muda dan lintas generasi. Dan kelima, Artificial intelligence (AI) serta Big Data Driven Planning yang berbasis data spasial, prediksi pasar dan proyeksi sosial.

Transmigrasi 5.0 merupakan transformasi total dari proyek pemerintah yang menjadi kolaborasi nasional, dari tanah terlantar menjadi tanah produktif dan cerdas, serta dari beban sosial menjadi kekuatan strategis bangsa, kata Iftitah, menjelaskan.

Kementrans sebelumnya telah menyiapkan program transmigrasi 4.0 yang berbasis edukasi, yakni meningkatkan transmigran berkapasitas sains, teknologi, teknik, dan matematika (STEM).

Baca Juga :  Menkes: Mulai Tahun 2027 Laki-laki Usia 11 Tahun Terima Vaksin HPV

Selain itu, juga berkapasitas industrialisasi demi menciptakan nilai tambah, hilirisasi untuk produktivitas berkelanjutan, serta digitalisasi untuk rangkai pasok menembus batas.

“Juga kita siapkan skema 5T yaitu TransTuntas, TransLokal, TransPatriot, TransKaryanusa, dan TransGotongRoyong, sebagaimana tadi telah disampaikan oleh Pak Menko Infrastruktur dan Pembangunan Kewilayahan AHY (Agus Harimurti Yudhoyono),” ujar Iftitah.

Iftitah mengatakan program transmigrasi tidak bisa berjalan sendiri, yang mana membutuhkan orkestrasi kebijakan dan kekuatan kolektif.

Ia memastikan Kementerian Transmigrasi akan membangun ekosistem transmigrasi secara utuh dan terintegrasi, dengan kolaborasi bersama Kementerian Agraria dan Tata Ruang/ Badan Pertanahan Nasional (ATR/BPN) untuk kepastian hukum tanah.

Baca Juga :  Dietisien Sarankan Konsumsi Mi Instan Sebulan Sekali

Kemudian, kerja sama infrastruktur dasar berupa jalan, air bersih, listrik, bekerja sama dengan Pekerjaan Umum (PU) dan Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral (ESDM).

“Serta, akses pendidikan dan beasiswa patriot, pemberdayaan masyarakat lokal agar tidak terjadi konflik sosial, serta revitalisasi lembaga ekonomi dan kawasan ekspor bersama kebutuhan dan lembaga lainnya, serta utamanya pemerintah daerah dan mitra​​​​ strategis dunia usaha,” ujar dia.

Sumber : Antara

WhatsApp
TERSEDIA VOUCHER

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *