benuanta.co.id, TARAKAN – Upaya edukasi Satuan Lalu Lintas (Satlantas) Polres Tarakan dalam menekan pelanggaran lalu lintas di kalangan pelajar mulai menunjukkan hasil. Melalui sosialisasi rutin ke sekolah-sekolah, pelajar kini dinilai lebih sadar akan bahaya berkendara tanpa Surat Izin Mengemudi (SIM).
Kepala Kepolisian Resor (Kapolres) Tarakan, AKBP Erwin S. Manik melalui Kasat Lantas Polres Tarakan, AKP Rudika Harto Kanajiri mengatakan, kegiatan sosialisasi ini menyasar pelajar SMP dan SMA. Pihaknya tidak berhenti menekankan bagaimana bahayanya berkendara ugal-ugalan, apalagi jika belum memiliki SIM.
“Ini jadi perhatian serius, karena mereka adalah generasi muda yang harus paham akan keselamatan,” ujar AKP Rudika, Jumat (26/7/2025).
Ia menegaskan kegiatan ini bukan hanya bagian dari operasi musiman, tetapi sudah menjadi program rutin yang dilaksanakan sepanjang tahun. Materi yang disampaikan antara lain bahaya kecelakaan lalu lintas, pentingnya mematuhi aturan berkendara, serta konsekuensi hukum jika melanggar.
Menurutnya, respons dari pihak sekolah cukup baik dan mendukung penuh kegiatan tersebut. “Pihak sekolah sangat mengapresiasi dan menyampaikan terima kasih. Mereka melihat ini sebagai upaya penting untuk menanamkan kedisiplinan sejak dini,” lanjutnya.
Bahkan, hasilnya pun mulai terlihat. Jumlah pelajar yang membawa kendaraan ke sekolah tanpa SIM mulai menurun, meskipun masih ditemukan beberapa kasus.
“Masih ada, tapi sudah jauh berkurang. Ini menunjukkan bahwa edukasi kita berdampak,” tambahnya.
Ke depan, Satlantas Polres Tarakan akan terus menggencarkan kegiatan serupa dan memperluas jangkauan ke lebih banyak sekolah.
“Kami tidak berhenti. Selama masih ada pelajar yang belum paham, kami akan terus turun ke lapangan. Karena keselamatan mereka adalah prioritas,” pungkasnya. (*)
Reporter: Sunny Celine
Editor: Ramli







